Akurat
Pemprov Sumsel

Ray Dalio Beri Masukan ke Prabowo Soal Investasi, Singgung Masalah Birokrasi dan Korupsi

Atikah Umiyani | 7 Maret 2025, 21:45 WIB
Ray Dalio Beri Masukan ke Prabowo Soal Investasi, Singgung Masalah Birokrasi dan Korupsi

AKURAT.CO Konglomerat yang juga investor asal Amerika Serikat (AS), Ray Dalio, memberi masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan investasi di Tanah Air.

Untuk mewujudkan iklim yang baik, dia menyebut bahwa ada beberapa hal yang akan menjadi tantangan bagi Indonesia yang saat ini berada di bawah komando Prabowo.

"Ada beberapa langkah-langkah yang memiliki potensi yang cukup baik, namun juga ada tantangan yang harus diatasi, dan langkah ini akan mengukur langkah-langkah kendala," ucap Ray Dalio dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/3/2025).

Baca Juga: Business Judgment Rule: Strategi Investasi Keberlanjutan bagi Perusahaan

Dia menyebut, beberapa masalah yang perlu diperhatikan yaitu masalah birokasi. Dia menilai, perlunya birokrasi yang tidak belibet agar investor mudah untuk melakukan bisnis.

Selain itu, dia juga menyinggung soal aksi atau tindakan korupsi di Tanah Air yang menurutnya harus segera dibenahi.

"Di antaranya adalah masalah birokrasi, kemudahan untuk melakukan bisnis, kewirausahaan, pembentukan modal, aksi korupsi dan banyak hal," ucapnya.

Ray Dalio kemudian mengambil contoh seperti China dan Singapura. Menurutnya, kedua negara tersebut mampu melakukan transisi dengan baik karena mampu membereskan tantangan-tantangan tersebut.

"Saya tahu itu bagaimana dan saya tahu arti pentingnya seorang pemimpin dalam mengambil kendali dari situasi tersebut dan membuat reformasi yang sangat sulit untuk mampu memberikan energi dan memanfaatkan dan juga mengatasi tantangan-tantangan korupsi, bagaimana kita merevitalisasi negara tersebut," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.