Akurat
Pemprov Sumsel

BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 98S di Barat Bengkulu, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Yusuf | 8 Maret 2025, 00:00 WIB
BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 98S di Barat Bengkulu, Waspadai Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi Bibit Siklon Tropis 98S yang muncul di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah barat Bengkulu. Keberadaan bibit siklon ini telah terpantau sejak 6 Maret 2025 pukul 07.00 WIB.

"Bibit Siklon Tropis 98S terdeteksi berada di Samudra Hindia barat Bengkulu dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot (sekitar 28 km/jam) dan tekanan minimum sebesar 1006 hPa," demikian pernyataan BMKG dalam unggahan di akun Instagram resminya, Jumat (7/3/2025).

BMKG memprediksi bahwa dalam 24 jam ke depan, potensi bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis berkategori rendah hingga sedang cukup besar.

Sementara itu, dalam 48 hingga 72 jam ke depan, kemungkinan meningkatnya menjadi siklon tropis dengan kategori sedang hingga tinggi semakin besar. Keberadaan bibit siklon tropis ini dapat mempengaruhi kondisi cuaca dan perairan di beberapa wilayah Indonesia.

Dampak terhadap Cuaca

- Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu dan Lampung.

- Kemungkinan angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan gangguan aktivitas masyarakat.

Baca Juga: DPR Dukung Kejagung Usut Tuntas Korupsi di Pertamina, Tak Ada Pansus di Komisi XII

Dampak terhadap Perairan

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di:

- Perairan barat Aceh
- Samudra Hindia barat Aceh
- Perairan selatan Jawa Barat hingga Bali

Gelombang laut yang lebih tinggi, sekitar 2,5 hingga 4 meter, diperkirakan terjadi di:

- Perairan barat Kepulauan Nias hingga Lampung
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Lampung
- Samudra Hindia selatan Jawa
- Perairan selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Banten

BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan dan pelaku aktivitas maritim, agar lebih berhati-hati dan memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini.

Secara umum, Indonesia jarang mengalami siklon tropis langsung karena letaknya dekat dengan garis ekuator, di mana gaya Coriolis yang bertanggung jawab terhadap pembentukan siklon relatif lemah.

Namun, dampak tak langsung dari siklon yang berkembang di wilayah sekitar tetap dapat dirasakan dalam bentuk hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang laut tinggi.

Baca Juga: Pemerintah Optimis Sektor Ekonomi Kreatif Indonesia Akan Terus Meningkat

Sejumlah peristiwa siklon tropis yang pernah berdampak signifikan di Indonesia antara lain:

- Siklon Tropis Anggrek (2024)
- Menyebabkan banjir dan tanah longsor besar di Bengkulu.

- Siklon Seroja (2021)
- Melanda Nusa Tenggara Timur, menyebabkan:
- Banjir dan angin kencang
- 182 orang meninggal dunia
- 47 orang hilang
- 84.878 warga mengungsi

Langkah Mitigasi untuk Menghadapi Dampak Siklon Tropis

Mengingat potensi dampak serius dari perkembangan bibit siklon ini, masyarakat dihimbau untuk mengambil langkah-langkah mitigasi berikut:

1. Pantau informasi cuaca secara berkala

Selalu periksa pembaruan dari BMKG untuk mengetahui perkembangan siklon dan dampaknya.

2. Antisipasi bahaya angin kencang

Waspadai potensi pohon tumbang dan pastikan benda-benda di luar rumah dalam kondisi aman.

3. Siapkan rencana evakuasi

Masyarakat di wilayah berisiko tinggi, terutama daerah pesisir, perlu mengetahui jalur evakuasi jika terjadi kondisi darurat.

Baca Juga: DPRD Jakarta Dorong Percepatan Pembebasan Lahan Sekitar Sungai Ciliwung untuk Atasi Banjir

Kemunculan Bibit Siklon Tropis 98S di Samudra Hindia barat Bengkulu perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.

Dampaknya bisa berupa hujan lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi terbaru dari BMKG agar dapat melakukan langkah antisipasi dengan tepat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
Herry Supriyatna