Akurat
Pemprov Sumsel

Peran Perwira Pertamina sebagai Ujung Tombak Pasokan Minyak Mentah di Indonesia

Rizky Dewantara | 26 Maret 2025, 17:49 WIB
Peran Perwira Pertamina sebagai Ujung Tombak Pasokan Minyak Mentah di Indonesia

AKURAT.CO Para pekerja sektor hulu energi Pertamina tetap bekerja di lapangan minyak dan gas, di saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan di penghujung Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Di bawah terik matahari di daratan maupun lepas pantai, mereka bekerja tanpa lelah, memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.

Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengatakan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diemban para Perwira Pertamina di sektor hulu migas ini sangat penting dan strategis, karena telah menjadi ujung tombak pasokan minyak mentah yang memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga: BBM Aman Saat Mudik! Pertamina Tambah SPBU Modular di Rest Area

"Mereka mendedikasikan waktunya untuk memastikan pasokan minyak mentah tetap berjalan di masa libur Lebaran," ujar Arya melalui keterangannya, Rabu (26/3/2025).

Chyntia Daeng, salah satu Perwira Subholding Upstream Pertamina yang bekerja di lingkungan Pertamina Hulu Rokan (PHR). Lebaran tahun ini, dia harus bertugas di tengah ladang minyak Rokan, jauh dari keluarga tercinta di kampung halaman.

Perempuan yang akrab disapa Daeng ini, bertugas sebagai Sr Supervisor Plant Operations Lapangan Minyak Minas di Stasiun Pengumpul atau Gathering Station (GS) 1 dan 2.

Di Gathering Station, semua fluida dari sumur-sumur minyak di proses agar menjadi minyak mentah yang berkualitas baik. Dia bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan agar proses tersebut berjalan dengan baik.

"Mengawasi kegiatan operasional berjalan dengan selamat, sesuai dengan proses safety, sesuai dengan fungsinya dan tentu saja sesuai dengan deliverable yang ditargetkan perusahaan untuk menjaga pasokan energi tetap berjalan dengan baik. Terlebih lagi Gathering Station itu beroperasi setiap hari selama 24 jam," kata perempuan yang sudah bekiprah di industri hulu migas selama 11 tahun.

Begitu juga dengan Budhi Refa Anjani yang bertugas sebagai Production Superintendent di lepas pantai yakni di Central Plant, East Operations Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Baca Juga: Pertamina Siapkan Layanan Pertamina Delivery Service, Bisa Pesan Antar LPG

"Tugas kami memastikan day to day operation di central plant, bertanggung jawab atas target produksi, safety, semua personel dan penggunaan budget pada anjungan central plant ini," terang pria yang akrab disapa Budrev.

Budrev rela tidak libur saat Lebaran demi upaya menjaga stabilitas energi nasional. "Tahun ini tidak bisa berlebaran bersama istri dan dua anak saya. Kami bertugas dan menjalankan operasi di sini bukan hanya sekedar memenuhi kewajiban dalam bekerja, tapi juga untuk kepentingan yang lebih luas," ujarnya.

Selama libur Lebaran, PHE memastikan operasional berjalan dengan baik di wilayah kerja hulu migas di daerah onshore (darat) maupun offshore (lepas pantai) dengan mengaktifkan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 2025.

Guna memastikan produksi berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur, Satgas RAFI PHE 2025 memastikan kesiapan Emergency Response Organization (ERO), menyiagakan personil siaga non-emergency, menerapkan health screening terhadap para Perwira yang bertugas selama libur Lebaran, dan memastikan kelancaran operasi melalui pengelolaan logistik pendukung.

Satgas RAFI 2025 juga berupaya mendukung produksi dan lifting migas melalui kegiatan pengeboran, kerja ulang, dan perawatan sumur, serta melalui kegiatan pemeliharaan untuk memastikan kehandalan fasilitas produksi.

Selama RAFI 2025, PHE melakukan kegiatan pengeboran eksplorasi di East Pondok Aren (Jawa Barat), Sembakung Deep (Kalimantan), dan North East Markisa (Papua). PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya, dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

PHE terus mengembangkan pengelolaan operasi yang prudent dan excellent, di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang Environmental Friendly, Social Responsible dan Good Governance.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.