Puluhan RS TNI Kekurangan Dokter Spesialis, Kemehan Diimbau Gandeng Fakultas Kedokteran

AKURAT.CO Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, membenarkan bahwa saat ini banyak rumah sakit (RS) yang kekurangan tenaga dokter spesialis, termasuk di RS TNI.
Untuk itu, pihaknya tengah menyusun pengaturan kerjasama antara fakultas kedokteran (FK) dengan Kemenhan agar akselerasi pengisian dokter spesialis.
"Nah sekarang kita sedang susun dengan beberapa Perguruan tinggi yang kira- kira mau," kata Budi ditemui di Komplek DPR/MPR RI, ditulis Kamis (1/5/2025).
Hal ini pun telah diutarakan kepada Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin. Di mana, Kementerian Perrahanan akan bekerja sama dengan salah satu FK agar mendapatkan jatah khusus atau kelas khusus untuk penambahan percepatan dokter spesialis.
Baca Juga: Menkes: Ada 2.668 Laporan Bullying di Program Dokter Spesialis, RS Kandou Manado Tertinggi
"Jadi memang dokter spesialis itu kurang di mana-mana. Saya sudah menghadap sama Pak Safri. Pak Sjafrie, kita kurang di Rumah Sakit Menhan juga kurang. Saya bilang, ini dulu waktu zamannya Panglima yang dulu kerja sama dengan Unair Supaya terjadi Akselerasi pengisian dokter spesialis," jelas dia.
Menurutnya, dalam satu bidang spesialis dibutuhkan tujuh dokter spesialis yang harus dikejar oleh pemerintah saat ini. Dia menegaskan, bahwa tidak memungkinkan RS beroperasi jika dokter spesialisnya tidak tersedia.
"Kita harus ngejar tujuh dokter spesialisnya masing-masing. Itu yang harus dikejar. Jadi enggak mungkin kalau kita mau bilang rumah sakit yang lengkap tapi dokter spesialisnya nggak ada," ucapnya.
"Kan enggak mungkin kalau kita bikin rumah sakit enggak ada dokternya. Jadi tugasnya sama-sama adalah kita mesti mempercepat penambahan dokter spesialis ini," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan 29 dari total 145 rumah sakit belum terakreditasi lantaran kurang kemampuan layanan dasar.
"Kita memiliki sejumlah 145 rumah sakit TNI dari seluruh wilayah nasional kita, tetapi masih ada 29 RS yang belum terakreditasi. Ini tentunya banyak prasyarat-prasyarat yang diperlukan," kata dia.
Baca Juga: Menkes Akan Perkuat Koordinasi dengan Kemendiktisaintek Soal Kasus Dokter PPDS
Menurutnya, layanan penunjang akreditasi yang menjadi masalah, antara lain kekurangan sumber daya manusia (SDM) utamanya dokter spesialis. Setidaknya, ada tiga bidang spesialisasi yang mengalami kekurangan dokter, yakni penyakit dalam, kandungan (obgyn), dan spesialis anak.
"Ini kita masih kurang, dalam kaitannya dengan SDM. Kemudian juga kebutuhan-kebutuhan dari kemampuan layanan dasar yang diperlukan untuk para tenaga kesehatan kita," ujarnya.
Karenanya, Kementerian Pertahanan mendorong Universitas Pertahanan (Unhan) membentuk Fakultas Kedokteran.
"Ini kita masih kurang, dalam kaitannya dengan SDM. Kemudian juga kebutuhan-kebutuhan dari kemampuan layanan dasar yang diperlukan untuk para tenaga kesehatan kita," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









