Program Barak Militer untuk Siswa di Jabar Telah Lewati Asesmen, KPAI Turut Awasi

AKURAT.CO Program pengiriman siswa ke barak militer yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah melalui berbagai proses asesmen dan kajian teori sebelum diterapkan di tingkat provinsi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan, dalam pelaksanaan program ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut dilibatkan untuk memantau dan mengevaluasi latar belakang perilaku penyimpangan pada anak-anak yang mengikuti program tersebut.
"Kami sudah melakukan asesmen terhadap kegiatan bela negara ini. KPAI juga hadir untuk memahami latar belakang perilaku penyimpangan para peserta," ujar Siska dalam konferensi pers Media Talk di Gedung KemenPPPA, Kamis (8/5/2025).
Ia menyebutkan, hingga Rabu (7/5/2025), program ini telah diikuti oleh 272 peserta didik dari 106 sekolah yang ditempatkan di Dodik Bela Negara, Rindam III Siliwangi.
Peserta berasal dari jenjang SMP, khususnya di wilayah Purwakarta, Cianjur, dan Sumedang.
Baca Juga: Bahlil: Konflik India-Pakistan Berpotensi Ganggu Ekspor Batu Bara dan CPO Indonesia
Sementara itu, Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Pribudiarta Nur Sitepu, menyampaikan, program ini berangkat dari kajian teori dan praktik yang lebih dulu diujicobakan di Kabupaten Purwakarta.
Melihat hasil positifnya, program ini kemudian dikembangkan untuk skala provinsi.
"Dari perkembangan di Purwakarta, mereka melihat ada potensi untuk memperluas program ini di tingkat provinsi. Menurut saya, tidak perlu menunggu lama, karena ini berkaitan dengan kondisi mendesak untuk melindungi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus di Jawa Barat," kata Pribudiarta.
Ia menekankan, Jawa Barat memegang peranan penting karena hampir 30 persen penduduk Indonesia tinggal di provinsi tersebut, sehingga persoalan anak menjadi prioritas utama.
"Oleh karena itu, inovasi seperti ini penting untuk segera dilaksanakan. Kita dampingi bersama-sama, dan kita lihat bagaimana perkembangannya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









