Akurat
Pemprov Sumsel

Komisi I DPR Segera Panggil Panglima TNI dan KSAD Terkait Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

Paskalis Rubedanto | 15 Mei 2025, 09:31 WIB
Komisi I DPR Segera Panggil Panglima TNI dan KSAD Terkait Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut

AKURAT.CO Komisi I DPR RI akan memanggil Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), serta jajaran komando teritorial terkait insiden ledakan gudang amunisi di Garut. 

Ketua Komisi I, Utut Adianto, menyatakan langkah itu perlu untuk mengevaluasi sistem pengamanan dan pengawasan amunisi militer.

"Kita akan panggil Panglima, Pangdam, Danrem, hingga komandan lapangan. Tapi biarkan mereka dulu menyelesaikan pemakaman dan penanganan keluarga korban," ujar Utut kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ditulis Kamis (15/5/2025).

Baca Juga: Komisi I DPR Minta TNI Evaluasi Menyeluruh SOP Pemusnahan Amunisi Kadaluarsa

Dia mengingatkan, tragedi seperti ini sudah terlalu sering terjadi. Dengan latar belakang itu, DPR akan mendorong perbaikan menyeluruh agar musibah serupa tidak berulang.

"Kalau keteledoran ini dibiarkan, potensi bahayanya bisa terjadi di mana-mana. Kemarin itu ada Kolonel, Mayor, bahkan warga sipil jadi korban. Ini tak bisa ditoleransi lagi," ucapnya.

Dia menjelaskan, evaluasi yang akan dilakukan DPR tidak hanya menyasar aspek teknis atau peraturan semata, tetapi juga menyentuh aspek budaya kerja dalam tubuh militer.

"Ini soal sikap. Dedicated to excellent. Jangan ceroboh. Kita bukan bicara aturan kosong, tapi bicara bagaimana aturan itu dijalankan dengan penuh tanggung jawab," kata mantan atlet catur itu.

Baca Juga: Mengenang Mayjen TNI Eddie Marzuki Nalapraya, Sang Pengelana Pembawa Pencak Silat ke Seluruh Dunia

Dia menilai pembenahan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, sebab berkaitan dengan kultur yang sudah mengakar. "Ini panjang, ini soal peradaban. Perlu generasi demi generasi untuk mengubahnya," lanjutnya.

Komisi I DPR juga akan mendorong TNI memastikan setiap gudang amunisi dijaga ketat dan tidak membahayakan warga sipil di sekitarnya. Dia juga membuka kemungkinan kunjungan langsung ke lokasi kejadian, sebagai bagian dari pengawasan parlemen.

"Kita akan ke sana jika memungkinkan. Tapi sekarang, kita biarkan dulu keluarga korban mendapatkan perlakuan terbaik. Kita semua berduka dan ingin ini menjadi yang terakhir," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.