Akurat
Pemprov Sumsel

Dorong Perlindungan Hak Cipta, Shopee Akan Tutup Toko yang Jual Buku Bajakan

Rizky Dewantara | 15 Mei 2025, 17:56 WIB
Dorong Perlindungan Hak Cipta, Shopee Akan Tutup Toko yang Jual Buku Bajakan

AKURAT.CO Shopee Indonesia berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam perlindungan hak cipta penulis lokal. Salah satunya dengan memerangi pembajakan buku.

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menjelaskan Shopee memiliki one-stop platform berupa Brand IP Portal yang bisa dimanfaatkan oleh para penerbit dan juga penulis untuk mendaftarkan buku mereka.

Database dari Brand IP Portal ini nantinya, akan membantu Shopee dalam pengecekan, jika sistem menemukan adanya buku bajakan yang beredar.

Baca Juga: Kampanyekan Perlindungan Hak Cipta, Shopee Gelar Festival Penulis Lokal

"Kita akan langsung takedown (jika ditemukan buku bajakan). Kita tidak akan memberikan kelonggaran, akan langsung kita takedown. Bukan bukunya yang kita takedown, tapi tokonya yang akan kita tutup," kata Balques dalam peluncuran Festival Penulis Lokal di Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Shopee secara aktif mengambil peran dalam melindungi karya penulis lokal melalui 3 hal. Pertama, pengecekan produk. Sebagai platform user-generated content (UGC), Shopee meningkatkan proses pengecekan secara manual dan otomatis untuk memantau peredaran buku yang dijual di Shopee.

Dalam proses pengecekan, Shopee menggunakan teknologi machine learning yang juga didukung oleh tim terdedikasi untuk memastikan proses pengecekan yang lebih akurat.

Jika akun Penjual terdeteksi menjual buku bajakan, sistem maupun tim akan segera menghapus produk buku tersebut. Jika masih menemukan produk/buku palsu, Shopee juga terus mengedukasi para Pengguna untuk melaporkan produk yang terindikasi palsu dengan klik 'Laporkan Produk Ini' pada laman produk tersebut untuk segera ditinjau oleh tim Shopee.

Kedua, Poin Penalti yang Lebih Berat. Shopee menerapkan poin penalti yang lebih berat dan mengambil tindakan tegas terhadap Penjual yang terbukti menjual buku bajakan.

Penjual yang terbukti menjual buku bajakan dan melanggar Kebijakan Barang yang Dilarang dan Dibatasi di Shopee, akan dikenakan poin penalti dan sanksi tegas. Beberapa sanksi tersebut di antaranya penurunan produk, suspensi, hingga yang paling berat adalah tidak bisa berjualan lagi di Shopee.

Ketiga, Pembaruan Brand IP Portal. Shopee memiliki one-stop platform, Brand IP Portal untuk membantu pemilik merek mendaftarkan Hak Cipta mereka di Shopee.

Baca Juga: Gandeng Shopee, Anteraja Siap Berangkatkan Kurir Terbaik Umrah Gratis

Kini fitur Brand IP Portal juga dibuat lebih inklusif bagi penulis untuk memudahkan para penulis mendaftarkan buku, melaporkan, serta memantau status laporan produk bajakan mereka lewat Brand IP Portal.

Perwakilan penerbit Indonesia, Gramedia dan Penulis Mega Bestseller, Henry Manampiring, juga turut menunjukkan dukungan positif mereka dalam peluncuran Festival Penulis Lokal. Menurutnya, bentuk penghargaan terbaik adalah saat karya penulis dihargai, dimulai dengan hal yang mudah yaitu membaca buku asli karya penulis.

"Namun tak bisa dipungkiri, pemberantasan buku bajakan memang membutuhkan komitmen dan kolaborasi strategis dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pihak swasta, pelaku industri kreatif, dan tentunya masyarakat secara luas. Oleh karena itu, saya menyambut baik langkah Shopee untuk terus membenahi peredaran buku bajakan di platform online," tutur Henry.

Gramedia juga menaruh perhatian besar terhadap HKI dan pembajakan buku serta mengajak kolaborasi dari seluruh pihak untuk menanggulangi buku bajakan.

Public Relations Manager Gramedia, Rezza Patria Wibowo, mengatakan permasalahan HKI dan buku bajakan ini adalah hal yang serius karena menyangkut integritas karya dan keberlangsungan industri secara keseluruhan.

"Sebagai salah satu penerbit di Indonesia, kami akan terus berupaya untuk melindungi hak para pencipta dan penulis, sekaligus mendorong edukasi publik agar lebih sadar akan pentingnya membaca buku asli. Selain itu, kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti Shopee guna membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan," ungkap Rezza.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.