Pimpinan Umum Akurat.co Tegaskan Cerahnya Masa Depan Jurusan Jurnalistik di AGTC Uhamka

AKURAT.CO, Masa depan mahasiswa yang mengambil jurusan ilmu komunikasi dan jurnalistik diteropong cerah. Syaratnya, mereka memiliki kreativitas yang mumpuni dalam menciptakan konten berkualitas melalui saluran media sosial.
Hal itu ditegaskan Pimpinan Umum Akurat.co Afriadi dalam kegiatan Akurat Goes to Campus (AGTC) ‘Content is Power: Realitas versus Viralitas’ di Ruang Sidang A, B, C, Kampus Universitas Muhammadiyah Prof.Dr Hamka (Uhamka) Limau, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2025).
“Masa depan mahasiswa ilmu komunikasi dan jurnalistik semuanya cerah. Tentu ini ada pada kreativitas menghasilkan konten berkualitas,” kata Afriadi.
Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. Dr Hamka, Tellys Corliana, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Uhamka, Andys Tiara, jajaran sivitas akademika serta ratusan mahasiswa FISIP Uhamka, terutama mereka yang tergabung di prodi ilmu komunikasi.
Baca Juga: Akurat Goes to Campus di Unas: Perusahaan Media Mati, Konten Tetap Abadi
AGTC kali ini menghadirkan para pembicara yang berpengalaman di bidangnya, seperti Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom dan Head of Social Media Team Akurat.co, Lintang Idhayu Sandhinika. Kegiatan dipandu oleh moderator Mustiawan, dosen FISIP Uhamka.
Menurut Afriadi, tema content is power merupakan respons Akurat.co atas melemahnya minat generasi muda bahkan mahasiswa dari jurusan ilmu komunikasi dan jurnalistik untuk masuk ke industri media.
“Kekuatan industri media adalah konten dan media hanya channel-nya,” ungkap dia seraya mengutip 5 elemen dasar ilmu komunikasi, yakni sender (pembuat konten), message (pesan atau isi konten), receiver (penerima pesan), channel (mediumnya apa), dan feedback.
“Pesan itulah yang kita sebut konten. Medium itu ada yang tv, koran, dan sekarang ada media online dan media sosial. Kemudian ada receiver, penerimanya, ya itu netizen dan penggemar yang jumlahnya sangat banyak. Yang terakhir adalah feedback,” papar dia.
Baca Juga: AGTC Unas: Konsistensi dan Kenal Diri Sendiri Jurus Ampuh Kembangkan Media Sosial
Inti dari industri media, ditegaskan, bukan pada mediumnya, melainkan pada sender (orang) dan konten.
“Subjek yang menciptakan konten dan konten adalah pesan yang digarap oleh subjek. Karena itu, mahasiswa ilmu jurnalistik dan ilmu komunikasi, broadcasting dan segala macamnya, selangkah lebih maju dibandingkan orang-orang yang sekarang menjadi kreator konten. Kenapa? Karena dia dapat ilmunya,” ucapnya tandas.
Tinggal nantinya, para sarjana komunikasi dan jurnalistik mau menggarap medium mana yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi.
“Sekarang, industri media mengalami transformasi besar-besaran yang disebut dengan era disrupsi industri media,” tuturnya.
Baca Juga: Pemred Akurat.co Berbagi Rahasia Bikin Konten Viral di AGTC Unas, Penasaran?
Sebab, medium sudah berubah banyak. Ia mencontohkan koran yang banyak kolaps. Akan tetapi, leader di industri koran tetap bertahan, seperti Kompas dan Rakyat Merdeka.
“Begitu juga dengan leadernya di televisi dan radio yang tetap bertahan. Tak banyak lagi pemain di industri koran dan radio karena ada medium lain yang diciptakan oleh teknologi yang namanya media sosial, seperti YouTube yang mendisrupsi televisi,” ujarnya.
Hanya saja, apapun mediumnya, intinya terletak pada dua hal dalam ilmu komunikasi yaitu siapa sendernya sebagai subjek dan konten apa yang diciptakan.
“Tentu konten yang kita bikin disesuaikan dengan mediumnya. Enggak bisa dipaksakan. Kita tidak bisa menolak perkembangan zaman,” imbuhnya.
Baca Juga: Kegiatan AGTC di Unas, Akademisi Wanti-Wanti Jurnalisme Media Sosial Jangan Sekadar Viral
AGTC di kampus Uhamka diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama alias Memorandum of Understanding (MoU) antara Akurat.co dengan FISIP Uhamka. Perjanjian diteken oleh Pimpinan Umum Akurat.co, Afriadi dan Dekan FISIP Uhamka, Tellys Corliana.
Sedangkan Implementation Agreement (IA) ditandatangani oleh Pemred Akurat.co, Aldi Gultom dan Kaprodi Ilmu Komunikasi Uhamka, Andys Tiara.
Suksesnya AGTC Ke-24 ini berkat kerja sama apik Akurat.co dan Uhamka dengan dukungan penuh dari BUMN holding industri pertambangan Indonesia, Mining Industry Indonesia (MIND ID) dan NMW Skin Care. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan door prize menarik bagi mahasiswa yang aktif bertanya dan membuat konten video terbaik selama acara berlangsung.
Sebagai informasi, AGTC adalah program kolaboratif antara Akurat.co bersama sejumlah kampus di Tanah Air untuk mengajak mahasiswa menjadi agent of change yang akan terlibat langsung dalam membedah dan memberikan solusi atas isu-isu krusial bangsa.
Melalui diskusi interaktif bersama pakar dan stakeholder, program ini berupaya membangun ruang dialog intelektual di kampus demi memperkuat peran mahasiswa dalam mendorong solusi atas pelbagai masalah sosial, politik, ekonomi, dan kebangsaan.
AGTC sudah terlaksana sejak Februari 2023 di sejumlah kampus di Jakarta, Banten dan Jawa Tengah, yakni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran”, Universitas Pancasila, Universitas Islam Negeri Walisongo, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Nahdlatul Ulama Jepara, Universitas Islam Negeri Salatiga, Universitas Nahdlatul Ulama Temanggung, Universitas Islam Negeri Gus Dur Pekalongan, dan Universitas Sultan Agung Tirtayasa.
Lalu, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Islam Negeri Syaifuddin Zuhri, Universitas Sains dan Ilmu Al Quran, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said, Politeknik Harapan Bangsa, UNSIQ Wonosobo, IAIBN Tegal.
Begitu juga dengan Universitas Mercubuana, UNISMA Bekasi, Universitas Pamulang, Universitas Nasional dan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Jika tidak ada aral melintang, kegiatan serupa juga bakal digelar tahun ini di 10 kampus Jawa Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









