Panglima TNI Jawab Kritik Soal Militerisasi: Kami Bekerja Demi Efektivitas Negara

AKURAT.CO Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menanggapi kritik publik terkait penempatan personel militer di sejumlah lembaga sipil.
Ia menyatakan, masyarakat berhak menyampaikan pendapat karena dilindungi oleh undang-undang.
“Kalau berpendapat ya boleh-boleh saja, karena dilindungi undang-undang. Silakan,” ujar Panglima usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin (26/5/2025).
Agus menekankan, kebijakan tersebut diambil demi meningkatkan produktivitas dan kinerja kementerian serta lembaga negara.
“Pendapat saya positif saja. Tujuannya untuk Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.
Sebelumnya, TNI mengerahkan personel untuk mengamankan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) Nomor: ST/1192/2025 tertanggal 6 Mei 2025.
Baca Juga: Menkop Budi Akui Koperasi Desa Bisa Hasilkan Rp1 Miliar per Tahun, Ini Penjelasannya
Sementara itu, penunjukan Letjen TNI (Purn.) Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai juga menyorot perhatian.
Djaka, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama BIN, dikenal memiliki latar belakang militer dan intelijen yang kuat.
Pengangkatan Djaka diharapkan memperkuat pengawasan serta pemberantasan penyelundupan dan perdagangan ilegal di sektor kepabeanan dan cukai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









