DPR Kecam Serangan Israel ke Iran, Minta Pemerintah Siaga Hadapi Dampak Ekonomi

AKURAT.CO Komisi I DPR mengecam serangan Israel ke Iran terhadap Ibu Kota Teheran pada Jumat (13/6/2025) pagi.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, mengatakan, tindakan serangan Israel ke Iran berpotensi memperburuk ketegangan kawasan dan memicu eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
"Kami menyesalkan dan mengecam keras serangan Israel ke Iran. Tindakan ini jelas bertentangan dengan prinsip perdamaian dan stabilitas internasional yang selalu diperjuangkan Indonesia," ujarnya saat dihubungi Akurat.co, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: Panglima IRGC Jenderal Hossein Salami Tewas dalam Serangan Israel
Dave memastikan bahwa Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai.
Karena itu, dia mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang diambil Kementerian Luar Negeri dalam merespons serangan tersebut.
"Komisi I mendukung penuh sikap tegas Kemlu RI. Termasuk pernyataan resmi serta koordinasi dengan negara-negara sahabat dan organisasi internasional seperti PBB dan OKI," jelasnya.
Baca Juga: Israel Serang Iran Hari Ini: Ada Ledakan Besar di Taheran, Apa yang Terjadi?
Selain aspek diplomatik, Dave juga menyoroti dampak ekonomi dari meningkatnya ketegangan geopolitik ini.
Dia mengingatkan pemerintah RI agar siaga mengantisipasi lonjakan harga minyak dunia yang kini meningkat hingga 10,74 persen dan menembus angka USD76,81 per barel.
"Pemerintah perlu segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. Koordinasi dengan sektor energi sangat krusial agar pasokan minyak tetap aman serta agar harga BBM dan inflasi tidak melonjak," kata politisi Partai Golkar itu.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Usai Israel Gempur Iran, Pasar Global Bergejolak!
Menurut Dave, perlu kebijakan jangka pendek dan menengah yang dapat meredam gejolak pasar domestik.
Terutama jika dampak serangan Israel ke Iran membuat situasi di Timur Tengah terus memburuk.
"Kami berharap ketegangan ini segera mereda dan semua pihak kembali ke jalur diplomasi. Demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan," ujarnya.
Baca Juga: Mengenal Greta Thunberg, Aktivis Swedia yang Diculik Militer Israel!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








