Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Tegaskan Hadir di Forum St. Petersburg Bukan Tak Hormati G7, Indonesia Teman Semua Negara

Atikah Umiyani | 21 Juni 2025, 07:48 WIB
Prabowo Tegaskan Hadir di Forum St. Petersburg Bukan Tak Hormati G7, Indonesia Teman Semua Negara

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketidakhadirannya dalam pertemuan negara-negara G7 bukan disebabkan oleh kurangnya penghormatan terhadap forum tersebut.

Ia menyatakan bahwa dirinya telah lebih dahulu berkomitmen untuk hadir dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025 yang digelar di Rusia.

"Saya tidak menghadiri forum G7 karena sudah berkomitmen hadir di forum ini, bukannya karena kurang menghormati G7," ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, pengusaha dan pemangku kepentingan global, Jumat (20/6/2025).

Baca Juga: Presiden Prabowo di SPIEF 2025: Indonesia Cari Mitra, Bukan Bantuan

Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden Prabowo memperkenalkan visi ekonomi Indonesia di panggung internasional.

Menandai forum ini sebagai ajang ekonomi global pertama yang dihadirinya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip nonblok dalam politik luar negerinya.

Negara ini tidak berpihak pada kekuatan mana pun dan justru mengedepankan kerja sama yang setara dengan semua negara, baik dari blok Barat, Timur maupun Global South.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pamerkan Capaian Pertanian di Forum Ekonomi Internasional Rusia

"Indonesia memilih jalur nonblok dan ingin menjadi teman bagi semua negara. Seribu teman masih kurang, satu musuh sudah terlalu banyak," kata Presiden Prabowo.

Dalam forum yang juga dihadiri Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok, Ding Zhuoxiang; Wakil Presiden Afrika Selatan, Paul Mashatile; dan Penasihat Keamanan Nasional Bahrain, Pangeran Nasir bin Hamad Al Khalifa, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dunia kini tengah memasuki era multipolar.

Dalam konteks tersebut, Indonesia berkomitmen memainkan peran konstruktif dan menjalin kolaborasi strategis lintas kawasan.

Baca Juga: Hangat dan Simbolik: Tukar Cinderamata Prabowo–Putin di St. Petersburg

"Saya percaya dunia sedang bergerak menuju multipolar, era unipolar sudah berlalu," katanya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada Rusia, Tiongkok dan Afrika Selatan atas dukungan terhadap penerimaan Indonesia dalam BRICS dan New Development Bank.

Dia menilai hal tersebut sebagai bukti bahwa Indonesia diterima dengan baik oleh negara-negara berkembang yang menginginkan tatanan ekonomi global yang lebih adil.

Baca Juga: Di Hadapan Putin, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia pada Perdamaian dan Kolaborasi

Di akhir pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia hadir di forum ini bukan untuk meminta bantuan, melainkan untuk membangun kemitraan sejati berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

"Kami tidak mencari bantuan atau sumbangan, melainkan ingin berkolaborasi sejati untuk kemakmuran bersama," pungkasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK