Akurat
Pemprov Sumsel

Prabowo Ultimatum Anak Buah: Yang Tidak Bisa Gerak Cepat, Kita Tinggalkan di Pinggir Jalan

Atikah Umiyani | 29 Juni 2025, 16:48 WIB
Prabowo Ultimatum Anak Buah: Yang Tidak Bisa Gerak Cepat, Kita Tinggalkan di Pinggir Jalan

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memberi ultimatum kepada jajaran Kabinet Merah Putih bahwa dirinya tak segan-segan untuk melepas para pembantunya yang tidak mampu bergerak dengan cepat.

Prabowo menegaskan, pemerintahannya memiliki komitmen yang kuat untuk mempercepat hilirisasi. Sebab menurutnya, pemerintah harus mampu menjawab tuntutan dari rakyatnya untuk mencapai kemajuan yang cepat.

"Hilirisasi akan jalan terus. Momentum akan kita percepat. Kita mau bergerak cepat. Rakyat menuntut, mengharapkan kemajuan cepat," ujarnya dalam groundbreaking ekosistem industri baterai kendaraan listrik terintegrasi konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).

Baca Juga: Prabowo: Saat Dunia Penuh Konflik, Kawasan Kita Penuh Perdamaian

Prabowo pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran kabinetnya yang selama ini telah bekerja dengan baik. Namun, dia tak segan untuk melepas jika ada menteri-menterinya yang kerjanya lambat.

"Saya terima kasih, tim saya, kabinet saya, semuanya kerja dengan baik. Kerja dengan cepat. Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja," tuturnya.

Pada kesempatan ini, Prabowo juga turut menyampaikan targetnya untuk mencapai swasembada energi. Dia optimistis bahwa target tersebut bisa dicapai dalam waktu dekat, dan paling lama 6-7 tahun.

"Saya diberitahu oleh para pakar bahwa bangsa kita ini sungguh-sungguh bisa swasembada energi, dan hitungan saya tidak lama, tidak lama, 5 tahun, paling lambat 6 atau 7 tahun kita bisa swasembada energi," ungkap Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.