97 WNI di Iran dan 26 dari Israel Sudah Dievakuasi, Sisanya Masih Bertahan

AKURAT.CO Pemerintah berhasil mengevakuasi 97 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dan 26 WNI dari Israel, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Evakuasi dilakukan melalui jalur darat ke Azerbaijan, sementara upaya perlindungan terhadap WNI yang masih bertahan terus dilakukan.
Upaya evakuasi WNI disampaikan Menteri Luar Negeri, Sugiono, dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (30/6/2025).
Baca Juga: Bantu Evakuasi 96 WNI dari Iran, Menlu Sugiono Apresiasi Pemerintah Azerbaijan
"Pada tanggal 15 (April), serangan ke Iran, kami memerintahkan untuk meningkatkan status KBRI Teheran dari Siaga II menjadi Siaga I. Dan meminta kepada seluruh WNI di wilayah Iran dan berada di wilayah Israel untuk melaporkan diri dan berkoordinasi sehingga bisa diambil langkah-langkah evakuasi," jelas Sugiono.
Dari total 386 WNI yang tercatat berada di Iran, sebanyak 97 orang berhasil dievakuasi. Namun, sebagian lainnya memilih tetap bertahan di negara tersebut.
"Sisanya masih ada di sana. Ada yang memilih untuk tetap berada di sana dan belum menyatakan kesediaannya untuk pindah. Namun, ini juga terus kita pantau keadaannya dan mudah-mudahan dengan adanya gencatan senjata dan perdamaian ini kondisi mereka berada dalam situasi yang baik," ujar Sugiono.
Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas, Pemerintah Diminta Fokus Lindungi WNI
Menurutnya, evakuasi WNI dilakukan tidak hanya di Iran tetapi juga dari Israel.
KBRI Amman di Yordania turut memfasilitasi proses evakuasi WNI dari wilayah konflik.
"Secara paralel, KBRI Amman juga memfasilitasi evakuasi 26 WNI dari wilayah Tel Aviv, kemudian Yerusalem dan Arava. Dan rencana evakuasi bagi warga negara yang ada di wilayah-wilayah ini masih akan terus kami lanjutkan," kata Sugiono.
Baca Juga: Evakuasi WNI dari Iran
Pemerintah RI telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan membentuk tim khusus dan menyiapkan rencana kontinjensi apabila situasi memburuk.
"Kami juga telah menginstruksikan seluruh kantor perwakilan Kementerian Luar Negeri yang berada di wilayah Timur Tengah untuk menyiapkan langkah-langkah kontinjensi dalam rangka menjamin perlindungan WNI di wilayahnya masing-masing," kata Sugiono.
"Kemudian kami juga telah membentuk suatu gugus tugas yang disebut Crisis Respond Team dan melakukan table top exercise jika sewaktu-waktu perkembangan situasi terburuk memaksa kita mengevakuasi warga negara di negara-negara tersebut," jelasnya.
Baca Juga: Puan Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan WNI di Tengah Konflik Iran-Israel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026





