Baznas Salurkan Bantuan untuk 51.108 Anak Yatim, Target Santuni 6.666 Anak pada 2026

AKURAT.CO Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Noor Achmad, mengungkapkan, jumlah anak yatim di Indonesia saat ini mencapai 4,2 juta jiwa yang tersebar di berbagai pelosok tanah air.
Dalam momentum Lebaran Yatim Baznas 2025 yang mengusung tema "Tebarkan Kebaikan, Tumbuhkan Keceriaan", Baznas menyalurkan bantuan kepada 51.108 anak yatim melalui jaringan Baznas se-Indonesia.
“Artinya, masih terbuka ruang besar untuk terus menyantuni anak-anak yatim. Jumlah mereka masih sangat banyak dan perlu perhatian bersama,” ujar Noor dalam keterangan resmi, Selasa (8/7/2025).
Ia turut mengenang kunjungannya ke kamp pengungsian Palestina, tempat ia menyaksikan langsung banyaknya anak-anak yatim korban konflik.
“Banyak dari mereka kehilangan orang tua, tangan, bahkan penglihatan karena terkena bom. Pemandangan itu sangat mengguncang,” katanya.
Noor berharap, anak-anak yatim yang disantuni Baznas tahun ini dapat tumbuh menjadi generasi pemimpin masa depan yang berakhlak dan berilmu.
Baca Juga: DPR Dorong KUHAP Baru: Hukum Harus Lindungi, Bukan Kriminalisasi Rakyat Kecil
“Insya Allah mereka menjadi pemimpin, ahlul Qur’an, ahlul ilmi, sehat wal afiat, dan membawa kebaikan untuk bangsa,” imbuhnya.
Untuk tahun depan, Baznas RI menargetkan santunan kepada 6.666 anak yatim, angka yang terinspirasi dari jumlah ayat dalam Al-Qur’an.
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan sekolah seperti seragam, tas, sepatu, serta uang saku dengan nilai total Rp 1 juta per anak.
“Kami ingin anak-anak yatim ini bisa masuk sekolah dengan percaya diri, membawa perlengkapan baru. Ini bukan sekadar bantuan material, tapi juga bentuk dukungan moral dan emosional,” jelasnya.
Saidah juga menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah lebaran anak yatim.
Menurutnya, Baznas tengah menggagas Gerakan Orang Tua Asuh Anak Yatim agar bisa dijadikan kebijakan nasional.
“Tidak cukup sehari menyantuni, kita ingin ada pendampingan jangka panjang. Dulu kita pernah punya gerakan orang tua asuh, sekarang saatnya dihidupkan kembali secara lebih terstruktur,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







