Di FGD Bersama Kemenhub, Pengemudi Ojol Dukung Kenaikan Tarif Transportasi Online

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama komunitas ojek online (ojol), pakar, dan pihak kepentingan lainnya, untuk membahas berbagai permasalahan terkait transportasi online.
Juru Bicara Komunitas Angkutan Ojek Online (Kajol), Risnandar, mengatakan salah satu isu yang dibahas adalah tarif transportasi online yang berkadilan. Diketahui, pemerintah akan menaikkan tarif ojol sebesar 8 hingga 15 persen.
Menurutnya, kenaikan tarif ini sudah sewajarnya dilakukan karena sudah lama tarif ojol tidak mengalami kenaikan. Sebab, sejak KP Nomor 677 Tahun 2022 diterbitkan, belum ada kenaikan tarif lagi sampai saat ini.
Baca Juga: Demo Ojol 21 Juli Sepi, URC Tegaskan Tolak Status Buruh dan Dukung Skema Potongan 20 Persen
"Tiga tahun terakhir seperti kita ketahui, UMP 2023 naik sampai 7 persen, 2024 naik 3,3 persen, 2025 kemarin naik 6,5 persen. Artinya daya beli masyarakat seharusnya sudah meningkat," kata Risnandar di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Menurutnya, tarif ojol yang ditentukan tidak sesuai dengan kenaikan UMP dan daya beli masyarakat. Tentunya, ini mengganggu penghasilan para paengemudi ojol.
"Itu tidak sebanding lurus dengan penghasilan kami, daya perujung. Sedangkan daya beli daya perujung pun harusnya berbanding lurus juga dengan daya beli masyarakat, jadinya kami berharap kenaikan itu bisa membantu daya beli kami," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, mengatakan kajian terkait kenaikan tarif ojek daring/online (ojol) sebesar 8-15 persen sudah memasuki tahapan final.
Baca Juga: Demo Ojol Kembali Digelar, Pemerintah Diminta Penuhi Tuntutan Driver
"Untuk tuntutan terkait dengan tarif, kami sudah melakukan pengkajian dan sudah final untuk perubahan tarif, terutama roda dua, itu ada beberapa kenaikan," kata Aan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Antara, Senin (30/6/2025).
Dia menjelaskan, finalisasi kenaikan tarif tersebut dibuat berdasarkan kajian mendalam dan terus-menerus. Nantinya, kenaikan tarif akan bervariasi, tergantung zona masing-masing pengguna.
"Ini yang sudah kami buat, kami kaji, sesuai dengan zona yang sudah ditetapkan. Ada bervariasi, kenaikan tersebut ada 15 persen, ada 8 persen, tergantung dari tiga zona yang kita tetapkan," ujar dia lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







