Akurat
Pemprov Sumsel

Denny JA Dukung Pesan Presiden: Jabatan Komisaris Adalah Ladang Pengabdian, Bukan Ajang Tantiem

Oktaviani | 6 Agustus 2025, 15:19 WIB
Denny JA Dukung Pesan Presiden: Jabatan Komisaris Adalah Ladang Pengabdian, Bukan Ajang Tantiem


AKURAT.CO Bukan apa yang kau ambil, tapi apa yang kau sumbangkan. Itulah prinsip yang ditegaskan oleh Denny JA, intelektual publik sekaligus Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi (PHE), dalam menanggapi arahan Presiden Prabowo Subianto kepada para komisaris BUMN agar tidak sekadar mengejar tantiem, tetapi fokus memajukan perusahaan dan melayani kepentingan negara.

Tantiem adalah bonus tahunan yang lazim diberikan kepada direksi dan komisaris sebagai bentuk apresiasi atas kinerja perusahaan. Namun bagi Denny JA, pesan Presiden bukan sekadar kebijakan teknokratis, melainkan seruan moral.

“Saya menerima pesan Presiden sebagai panggilan hati. Sebuah kesempatan untuk menjadikan jabatan bukan sekadar posisi strategis, tetapi jalan kontribusi yang bermakna,” tegas Denny, yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama PHE sejak Juli 2025.

Denny JA menegaskan bahwa prinsip “Power of Giving” telah menjadi filosofi hidupnya sejak masa muda sebagai aktivis mahasiswa.

Berasal dari latar belakang ekonomi sederhana, kini ia memimpin lebih dari 22 perusahaan lintas sektor, dari hotel, properti, konsultan politik, teknologi kecerdasan buatan, hingga pertambangan.

Prinsip tersebut kemudian diwujudkan dalam pendirian Denny JA Foundation, sebuah yayasan yang mewakafkan dana abadi untuk sastra dan spiritualitas.

Melalui yayasan ini, Denny memberikan penghargaan tahunan kepada para penulis dalam empat kategori, mendukung festival puisi esai, serta menginisiasi program pengajaran spiritualitas di sembilan perguruan tinggi.

Baca Juga: LAN 68 Tahun: Cetak ASN Cerdas Emosional untuk Melayani dan Menginspirasi

“Saya menerima amanah sebagai komisaris bukan untuk mencari, tapi justru karena saya sudah selesai dengan soal ekonomi. Mindset saya hari ini adalah memberi,” ujar Denny.

Sejak menjabat, Denny JA aktif mendorong transformasi melalui pemikiran dan tulisan.

Ia telah menerbitkan lebih dari 20 esai mengenai sektor energi, mulai dari strategi lifting minyak, ketahanan energi nasional, hingga geopolitik OPEC, yang saat ini tengah disusun menjadi buku berjudul Make Pertamina Great Again: Minyak, Politik, dan Bisnis di Era AI.

Tak hanya hadir dalam rapat formal, Denny juga menyampaikan pidato pengarahan untuk menanamkan semangat baru di tubuh BUMN energi: bahwa Indonesia hanya bisa bangkit jika mandiri dalam energi.

Denny JA juga meluruskan pernyataannya yang sempat ditafsirkan berbeda soal tantiem komisaris. Ia menjelaskan bahwa dalam sistem tata kelola dua tingkat (two-tier board) seperti di Indonesia dan Eropa, pemberian tantiem kepada komisaris aktif adalah praktik yang sah dan lazim.

“Di Eropa, dewan komisaris bukan simbol, tapi bagian dari pengambilan keputusan strategis. Karena itu, pemberian tantiem menjadi wajar,” jelas Denny.

Namun demikian, Denny sepenuhnya mendukung keputusan Presiden Prabowo untuk menghapus tantiem demi membangun etos moral baru di lingkungan BUMN.

“Saya ikut memenangkan Presiden, menyetujui banyak gagasannya, dan berdiri di barisan yang sama. Ini bukan lagi soal uang, tetapi soal arah.”

Menurutnya, reformasi BUMN seharusnya tidak berhenti pada struktur atau regulasi, melainkan menyentuh jiwa lembaga, yakni semangat pengabdian dan kebermanfaatan publik.

Baca Juga: Roblox Terancam Diblokir karena Unsur Kekerasan, Inilah Daftar Game yang Pernah Terancam Dilarang di Indonesia

“Kontribusi terbaik tidak diukur dari angka yang masuk ke rekening pribadi, tetapi dari nilai yang tercatat dalam sejarah negeri. Dan nilai itu hanya lahir dari kekuatan paling sunyi namun paling dahsyat: Power of Giving.”

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.