Pameran Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy dan IISMEX 2025 Jadi Pusat Inovasi Berkelanjutan Nasional

AKURAT.CO PT Napindo Media Ashatama (Napindo) kembali menghadirkan empat pameran internasional sekaligus, yakni Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, serta Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2025.
Acara akan digelar pada 13–15 Agustus 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran.
Ajang ini merupakan pionir pameran lintas sektor yang mencakup industri air, pengelolaan limbah dan daur ulang, energi terbarukan, serta solusi kota cerdas.
Pameran ini diselenggarakan bersama Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Dalam Negeri, menunjukkan sinergi pemerintah dalam mendukung inovasi berkelanjutan.
Tahun ini, antusiasme peserta meningkat signifikan dengan keikutsertaan 611 peserta dari 26 negara, termasuk 12 paviliun nasional dari Austria, Cina, India, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Swiss, Taiwan, Turki, dan Indonesia.
Pameran ini menargetkan 16.000 pengunjung dari kalangan industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat umum.
“Sejak 2001, Napindo berkomitmen mendorong inovasi teknologi untuk sektor air dan lingkungan hidup. Kami berharap ajang ini menjadi ekosistem kolaborasi multipihak demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Assistant Project Director Napindo, Lisa Rusli, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga: Kaspersky : SOC Cerdas Jadi Kunci Konvergensi TI dan OT di Asia Pasifik
Staf Ahli Menteri LHK, Noer Adi Wardjojo, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Napindo menyelenggarakan Indo Waste Recycling Expo.
"KLHK menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada akhir 2029. Untuk itu, langkah konkret harus dimulai dari sekarang, dan kami siap berkontribusi," ujarnya.
KLHK juga akan membuka coaching clinic melalui Waste Crisis Center yang dapat dimanfaatkan daerah dan pemangku kepentingan sebagai ruang konsultasi hukum, perizinan, serta isu teknis persampahan.
Direktur Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri, Amran, menegaskan, konsep smart city harus berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.
"Penerapan kota cerdas bukan sekadar digitalisasi, melainkan peningkatan kemampuan pemerintah merespons kebutuhan warga secara tepat dan berkelanjutan,” ujar Amran.
Apresiasi juga datang dari Hadiyan Fariz Azhar, General Executive ADUPI, yang menyoroti pentingnya sinergi antara pelaku industri daur ulang dan pemerintah dalam menyikapi regulasi terbaru.
Sementara itu, Founder Greeneration Foundation, Bijaksana Junerosano, menandatangani kerja sama strategis melalui Waste4Change dalam rangka mendorong transisi ke sistem TPA controlled landfill dan sanitary landfill.
Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), Agus Umar Yasin, menekankan bahwa Indo Water telah menjadi panggung strategis bagi sinergi teknologi dan kebijakan tata kelola air.
“Pameran ini membuka akses kolaborasi bisnis dan investasi yang sangat krusial dalam menjawab tantangan perubahan iklim, kualitas air, dan urbanisasi,” kata Agus.
Sejumlah agenda pendukung turut memperkaya rangkaian acara, antara lain:
Baca Juga: KPK Jadwalkan Pemeriksaan Eks Menag Yaqut Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Site Visit Perumdam TKR Tangerang, 12 Agustus 2025
-
Waste Crisis Center KLHK & Greeneration Foundation, 13 Agustus 2025
-
Smart & Integrated Monitoring & Circular Water (IdWA), 13 Agustus 2025
-
Urban Arena 2025 (Kemendagri, ASECH, APEKSI), 14 Agustus 2025
-
ASEAN Recycling Summit 2.0 (ADUPI), 14 Agustus 2025
-
Seminar Singapore Water Association, 14 Agustus 2025
-
Indonesia Water Forum 2025 (IATL), 15 Agustus 2025
-
VINILON Group Seminar, 15 Agustus 2025
-
Smart City 101 (APSI), 15 Agustus 2025
Pameran bergengsi ini menjadi bukti peran penting pelaku lokal dalam menyediakan wadah strategis bagi kolaborasi inovatif antar pemangku kepentingan menuju pembangunan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








