Pembangunan Huntap Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Dikebut, Target Rampung di 2026

AKURAT.CO Pemerintah akan mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Ditargetkan, hunian ini bisa selesai pada tahun 2026.
"Yang pertama yang kaitannya dengan pasca erupsi gunung Lewotobi laki-laki. Kita akan mempercepat untuk penyelesaian pembangunan hunian tetap untuk para pengungsi Gunung Lewotobi Laki-Laki," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dikutip Jumat (22/8/2025).
Dia juga menjelaskan bahwa bukan hanya hunian tetap, pihaknya juga akan melakukan pembenahan untuk akses jalan serta fasilitas lainnya yang dibutuhkan. Hal ini akan dilakukan oleh kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Tetap Waspada, Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi
"Kita akan mempercepat untuk penyelesaian pembangunan Huntap, Hunian Tetap. Dan itu di saat yang bersamaan kita juga harus menyiapkan tentang akses jalan, kemudian dan juga fasilitas-fasilitas yang lain," jelasnya.
Selain itu, pihaknya akan mengajukan pendanaan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar dapat segera memberikan hibah lagi kepada daerah, untuk segera mengurangi beban masyarakat korban bencana.
"Walaupun bencananya sudah lama, tetapi penyelesaian perumahan, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, mata pencaharian harus kita pikirkan," tegas dia.
Baca Juga: Badan Geologi Naikkan Status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki ke Awas
Sementara itu, Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, mengatakan bahwa Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus melakukan erupsi terjadi selama dua tahun ini.
"Jadi untuk erupsi Gunung Lewat Tobi Laki-Laki 2 tahun ini terus terjadi, yang terakhir adalah 15 Agustus 2025. Sehingga statusnya di sana masih tanggap darurat. Meskipun erupsinya sudah 2 tahun yang lalu," kata dia.
Dia menegaskan, masih ada sekitar 250 Kartu Keluarga yang belum dapat hunian sementara. Di samping itu, hunian sementara sudah berjalan dan kehidupan masyarakat di sana telah kembali normal.
"Tetapi masih ada satu tempat di Pos Konga itu masih tinggal di pengungsian di tenda, ada 250 KK. Ini akan segera dipindahkan ke hunian sementara," tegas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








