Akurat
Pemprov Sumsel

Pembentukan Badan Industri Mineral untuk Kembangkan Kekayaan Mineral Strategis Milik Indonesia

Eko Krisyanto | 27 Agustus 2025, 07:05 WIB
Pembentukan Badan Industri Mineral untuk Kembangkan Kekayaan Mineral Strategis Milik Indonesia

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto melantik Brian Yuliarto sebagai Kepala Badan Industri Mineral pada Senin (25/8/2025).

Pelantikan ini menandai dibentuknya badan baru yang akan fokus pada pengelolaan mineral strategis di Indonesia, terutama rare earth atau logam tanah jarang.

Menurut Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pembentukan Badan Industri Mineral sangat penting karena mineral tersebut memiliki nilai strategis secara global.

Baca Juga: Brian Yuliarto Rangkap Jabatan Jadi Kepala Badan Industri Mineral, Ini Pertimbangan Prabowo

"Semua butuh, untuk pertahanan butuh, hampir seluruh industri butuh magnet," ucapnya.

Airlangga mengatakan, penunjukan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, sebagai Kepala Badan Industri Mineral karena badan tersebut juga memiliki fungsi di bidang riset dan sains.

"Karena itu dekat dengan riset dan sains, terutama untuk rare earth karena butuh pengembangan," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Anugerahkan Bahlil Lahadalia Bintang Mahaputra Adipurna, Berjasa dalam Hilirisasi Mineral

Rare earth dibutuhkan secara luas di dunia dan menjadi perhatian khusus, terutama dalam industri magnet, baterai dan pertahanan.

Tugas Badan Industri Mineral

Airlangga menjelaskan, Badan Industri Mineral akan bertugas untuk mengekstrak, memproteksi dan mengembangkan industri dari logam tanah jaragn.

Penunjukan Brian Yuliarto dianggap tepat karena badan baru ini juga akan berfokus pada riset dan sains.

Baca Juga: Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral Beserta Contohnya yang Beredar di Pasaran

Meskipun ada potensi tumpang tindih dengan tugas Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian, Airlangga menegaskan bahwa setiap lembaga sudah memiliki lingkup kerja yang jelas.

Badan Industri Mineral sendiri akan mengambil alih pengelolaan yang sebelumnya ditangani oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM.

Pembentukan badan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melakukan hilirisasi sumber daya mineral seperti nikel, bauksit, tembaga dan rare earth guna memenuhi kebutuhan pasar global akan energi bersih dan teknologi baterai.

Baca Juga: MIND ID Perkuat Peran Indonesia Dalam Supply Chain Mineral Dunia

Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK