Kilas Balik Korban Meninggal saat Demo di Indonesia: Mulai dari Trisakti, Semanggi, Wamena, hingga Pejompongan

AKURAT.CO Kamis, 28 Agustus 2025, seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan meninggal dunia karena terlindas oleh kendaraan taktis (rantis) Barracuda di Pejompongan, Jakarta Pusat, tepatnya saat dilaksanakannya aksi demonstrasi di sejumlah wilayah. Meninggalnya Affan pun memicu kemarahan publik dan seolah membangkitkan lagi trauma atas bergugurannya rakyat di tengah aksi unjuk rasa di Indonesia.
Artikel ini menghadirkan daftar nama korban unjuk rasa di Indonesia yang sudah terverifikasi oleh sumber-sumber kredibel. Bukan sekadar angka, melainkan identitas nyata yang dipublikasikan secara resmi oleh lembaga, media terpercaya, maupun catatan memorial.
Menyebut nama korban bukan hanya soal data. Itu adalah cara untuk mengembalikan martabat mereka sebagai manusia yang pernah hidup dan berjuang. Bagi generasi muda, terutama pembaca berusia 18–35 tahun, mengetahui nama korban juga menyangkut akuntabilitas sejarah: siapa yang bertanggung jawab, bagaimana peristiwa terjadi, dan mengapa keadilan masih diperjuangkan hingga hari ini.
Tragedi Trisakti 12 Mei 1998: Awal dari Runtuhnya Orde Baru
Peristiwa Trisakti menjadi salah satu titik balik paling penting dalam sejarah Indonesia modern. Pada 12 Mei 1998, mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi damai menuntut reformasi. Namun, aparat menembaki massa aksi, menewaskan empat mahasiswa.
Nama korban Tragedi Trisakti yang tercatat resmi oleh Universitas Trisakti dan berbagai dokumentasi HAM adalah:
-
Elang Mulia Lesmana
-
Heri Hertanto
-
Hafidin Royan
-
Hendriawan Sie
Keempat nama ini dikenang setiap tahun dalam peringatan Tragedi Trisakti. Memorial kampus hingga kini menjadi pengingat bahwa perjuangan reformasi tidak datang tanpa pengorbanan.
(Sumber: Universitas Trisakti – trisakti.ac.id)
Peristiwa Semanggi I – 13 November 1998
Hanya berselang enam bulan dari Trisakti, Indonesia kembali diguncang tragedi berdarah. Pada 13 November 1998, ribuan mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan di kawasan Semanggi, Jakarta. Aksi yang awalnya damai berubah mencekam ketika aparat melakukan penembakan.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendokumentasikan sejumlah korban jiwa dengan identitas yang jelas, di antaranya:
-
Teddy Mardani (mahasiswa ITI)
-
Sigit Prasetyo (Universitas Persada Indonesia Y.A.I)
-
Engkus Kusnadi (Universitas Jakarta)
-
Heru Sudibyo (STIE Rawamangun)
-
BR Norma Irmawan — dalam beberapa catatan juga disebut Bernardus Realino Norma Irawan atau dikenal dengan nama “Wawan”
-
Muzamil Joko (Universitas Indonesia)
-
Uga Usmana (Universitas Muhammadiyah)
KontraS menekankan bahwa meski ada variasi penulisan nama dalam beberapa publikasi, semua korban ini terdokumentasi secara resmi. Untuk kepentingan sejarah maupun jurnalistik, sebaiknya merujuk pada catatan yang digunakan oleh keluarga korban atau lembaga resmi.
(Sumber: KontraS)
Wamena, Papua – Kerusuhan September 2019
Dua dekade setelah Trisakti dan Semanggi, Indonesia kembali dihadapkan pada tragedi besar. Pada September 2019, kerusuhan pecah di Wamena, Papua, yang menelan puluhan korban jiwa. Mereka bukan hanya pelajar, tetapi juga pekerja dan warga sipil dari beragam latar belakang.
Beberapa media lokal mempublikasikan daftar identitas jenazah yang berhasil ditemukan. Dari berbagai laporan media, tercatat 31 korban dengan nama jelas, di antaranya:
-
Muh Subhan
-
Yohanis Karangan
-
Ketron Kogoya
-
Sofyan
-
Elies Himan
-
Yus Asso
-
Rahul
-
Risky
-
Mison Lokbere
-
Anto
-
Yapet
-
Hendra
-
Linda
-
Ibnu
-
Yoga
-
Iwan
-
Rustam
-
Irma
-
Ilmi
-
Erwin
-
Yunus Todingbua
-
Untung
-
Bambang
-
dr. Soeko Marsetyo
-
Marius Wenda
-
Ari Nurdani
-
Manu Meage
-
Risda
-
Elakim Wetapo
-
Gestanus Hisage
Human Rights Watch menilai investigasi independen perlu dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian secara tuntas. Tragedi ini menjadi salah satu catatan kelam tentang rentannya warga sipil dalam konflik sosial di tanah air.
(Sumber: Human Rights Watch)
Kasus Terbaru: Affan Kurniawan – 28 Agustus 2025
Kasus paling mutakhir yang menyedot perhatian nasional terjadi pada 28 Agustus 2025 di Jakarta. Seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, 21 tahun, meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas mobil taktis kepolisian saat aparat membubarkan aksi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Peristiwa ini terekam jelas dalam sejumlah video yang kemudian viral di media sosial. Kematian Affan memicu gelombang demonstrasi lanjutan, desakan penyelidikan dari publik, hingga kecaman dari pejabat negara.
Kasus ini bahkan mendapat sorotan internasional. Media besar seperti Reuters dan Al Jazeera turut memberitakan nama dan kronologi kematian Affan, menunjukkan betapa seriusnya perhatian dunia terhadap tragedi ini.
Catatan Penting: Mengingat Korban, Menjaga Sejarah
Daftar nama korban unjuk rasa di Indonesia bukan sekadar arsip, melainkan pengingat bahwa di balik setiap peristiwa politik, ada kehidupan nyata yang terhenti. Menyebut nama mereka berarti mengakui keberadaan, perjuangan, dan kehilangan yang dialami keluarga.
Bagi generasi muda, informasi ini juga penting sebagai bekal memahami sejarah, menuntut akuntabilitas, dan memastikan tragedi serupa tidak terulang.
Baca Juga: Tragedi Rantis Tewaskan Driver Ojol, GMNI Desak Evaluasi Total Pembinaan Brimob dan Polri
Baca Juga: Terungkap, Ini Identitas Pengemudi Rantis Brimob yang Melindas Ojol Affan Kurniawan hingga Tewas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









