Sidak ke Pabrik Aqua, Dedi Mulyadi Kaget Sumber Air dari Sumur Bor

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu fasilitas produksi air minum dalam kemasan bermerk Aqua, di wilayah Subang, Jawa Barat.
Dengan gaya khasnya yang lugas dan kritis, pria yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini melontarkan serangkaian pertanyaan tajam kepada petugas di lokasi.
"Ini bangunan apa?," tanya KDM membuka dialog.
Petugas dengan tenang menjawab, "Untuk produksi, Pak,".
Kejadian dialog antara KDM dengan pihak perusahaan Aqua ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Baca Juga: Perbedaan Air Mineral dan Air Demineral Beserta Contohnya yang Beredar di Pasaran
Belum puas, KDM kembali mengajukan pertanyaan lanjutan. "Air Aqua ini dari mana asalnya? Dari sungai," ujarnya.
"Airnya dari bawah tanah, Pak," jawab petugas singkat.
KDM yang dikenal sebagai sosok yang peduli pada lingkungan tampak heran mendengar jawaban itu. Dia kembali menegaskan, "Sumber airnya dari mana persisnya?,".
"Dari bawah, Pak. Dibor," sahut petugas.
Mendengar penjelasan itu, ekspresi KDM berubah serius. Dia pun mempertanyakan dampak lingkungan dari kegiatan pengeboran air tanah dalam tersebut.
Baca Juga: Demo 'Kawal Putusan MK' Jilid II Diwarnai Lempar Botol Air Mineral dan Bakar Ban
"Kalau airnya diambil dari bawah terus, apa tidak berpengaruh pada pergeseran tanah?," tanya KDM dengan tegas.
Ternyata selama ini Aqua menyedot air dari lapisan tanah dalam yang diambil melalui sistem pompa bertekanan tinggi.
Petugas yang ditanya hanya terdiam, tak mampu memberikan jawaban pasti. Sidak Kang Dedi ini kembali menyoroti persoalan klasik, tentang eksploitasi sumber air tanah oleh industri besar.
Inspeksi ini dilakukan Dedi Mulyadi setelah pihak Pemprov Jawa Barat menerima laporan dari masyarakat sekitar pabrik Aqua tentang dugaan eksploitasi sumber air tanah yang berlebihan dilakukan perusahaan air minum kemasan itu.
Dalam sidak itu pun Dedi Mulyadi didampingi pejabat dari Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, aparatur desa setempat dan sejumlah perwakilan warga sekitar pabrik.
Publik pun menunggu langkah lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait temuan ini, yang dinilai penting bagi kelestarian lingkungan dan keseimbangan alam daerah setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





