Viral Klarifikasi Soal Sumber Aqua! Apa Itu Akuifer? Simak Cara Kerja dan Jenis-jenisnya

AKURAT.CO Baru-baru ini, beredar klarifikasi dari Aqua mengenai sumber air yang mereka gunakan setelah viralnya konten Dedi Mulyadi yang menyoroti penggunaan sumur bor.
Aqua menegaskan bahwa sumber airnya berasal dari akuifer dalam, bukan dari sumur bor biasa atau air permukaan.
Hal ini menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengenai apa sebenarnya akuifer dan bagaimana perannya dalam pasokan air.
Apa Itu Akuifer?
Akuifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung dan dapat mengalirkan air.
Lapisan ini tersusun dari batuan atau sedimen yang memiliki porositas dan permeabilitas tinggi, seperti kerikil dan pasir, sehingga mampu menyimpan dan meloloskan air dalam jumlah besar.
Akuifer berperan sebagai reservoir alami yang menyimpan air dalam jumlah besar, bahkan selama bertahun-tahun.
Air yang disimpan dalam akuifer seringkali lebih bersih dibandingkan air permukaan karena tersaring secara alami saat meresap melalui lapisan tanah dan batuan.
Jenis-Jenis Akuifer
Akuifer dapat dibedakan menjadi beberapa jenis utama:
1. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer): Akuifer ini terletak tepat di bawah permukaan bumi dan batas atasnya berupa muka air tanah (water table).
Kedalamannya tidak lebih dari 15 meter, sehingga jumlah airnya cenderung sedikit dan hanya dimanfaatkan untuk wilayah yang relatif sempit. Akuifer bebas tidak memiliki lapisan pembatas kedap air di atasnya.
2. Akuifer Tertekan (Confined Aquifer): Akuifer ini dibatasi oleh dua lapisan kedap air (lapisan pembatas atau aquitard) di atas dan di bawahnya.
Air dalam akuifer tertekan berada di bawah tekanan, sehingga ketika dibor, air akan naik secara alami ke permukaan.
Akuifer ini dikenal juga sebagai akuifer dalam, dengan kedalaman di atas 15 meter hingga puluhan atau ratusan meter, serta mampu menyediakan air dalam jumlah banyak untuk kebutuhan wilayah yang luas.
Sumur yang menyadap akuifer tertekan disebut sumur artesis.
3. Akuifer Semi-Tertekan (Semi Confined Aquifer): Akuifer ini jenuh air, dengan bagian atas dibatasi lapisan semi lolos air dan bagian bawahnya lapisan kedap air.
Lapisan atas berupa material berbutir halus masih memungkinkan adanya gerakan air.
4. Akuifer Bocor (Leakage Aquifer): Mirip dengan akuifer tertekan, tetapi terdiri dari lapisan semi permeabel, permeabel, dan impermeabel.
5. Akuifer Menggantung (Perched Aquifer): Lapisan ini memiliki lensa impermeabel dalam lapisan permeabel, dengan ketersediaan air yang sedikit.
6. Akuifer Komposit: Merupakan gabungan dari beberapa jenis akuifer dalam satu permukaan tanah.
Cara Kerja dan Parameter Akuifer
Akuifer bekerja seperti spons raksasa yang menyerap dan menyimpan air, lalu melepaskannya secara perlahan.
Kemampuan akuifer untuk menyimpan dan mengalirkan air bergantung pada porositas dan permeabilitasnya.
Porositas mengacu pada jumlah ruang kosong dalam batuan yang dapat diisi air, sementara permeabilitas adalah kemampuan batuan untuk mengalirkan air.
Infiltrasi adalah proses air permukaan meresap ke dalam tanah mengisi akuifer, sedangkan discharge adalah keluarnya air dari akuifer, baik secara alami melalui mata air atau buatan melalui sumur.
Parameter lain yang penting dalam akuifer meliputi specific yield (kemampuan air mengalir di bawah pengaruh gravitasi) dan specific retention (volume air yang tertahan dalam batuan).
Konduktivitas hidrolika menunjukkan kemudahan air bergerak dalam pori-pori batuan, dan transmisivitas adalah jumlah air yang dapat ditransmisikan secara horizontal.
Itulah penjelesan lengkap mengenai jenis-jenis serta cara kerja akuifer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










