Akurat
Pemprov Sumsel

Polemik PBNU, Presidium Penyelamat Organisasi Hormati Rencana Syuriyah Tunjuk Pejabat Ketua Umum

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Desember 2025, 11:35 WIB
Polemik PBNU, Presidium Penyelamat Organisasi Hormati Rencana Syuriyah Tunjuk Pejabat Ketua Umum

AKURAT.CO Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mengemuka setelah rapat harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Keputusan yang disetujui oleh 36 pimpinan PWNU se-Indonesia itu tertuang dalam Risalah Rapat dan berlaku sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Dengan keputusan tersebut, Gus Yahya tidak lagi memiliki hak, wewenang, maupun penggunaan atribut dan fasilitas yang melekat pada jabatan Ketua Umum PBNU. Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar menegaskan keabsahan keputusan Syuriyah tersebut.

Ia menyampaikan bahwa untuk memastikan roda jam’iyyah berjalan normal, Syuriyah akan segera melaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar, disertai pembentukan tim pencari fakta atas dugaan upaya pembusukan keputusan Syuriyah pasca-rapat 20 November 2025.

Baca Juga: PWNU DKI Pilih Diam di Tengah Rencana Muktamar PBNU Usai Pemecatan Gus Yahya

“Untuk memastikan roda jam’iyyah berjalan normal, segera dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar,” ujar Miftahul Akhyar dalam keterangan yang dikutip dari keputusan Syuriyah.

Presidium Percepatan Muktamar dan Muktamar Luar Biasa (MLB) NU KH Imam Jazuli menilai situasi PBNU telah berada pada titik krusial.

Dalam pernyataannya pada Selasa (2/12/2025), ia menyatakan bahwa seruan moral untuk islah dari Forum Sesepuh NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 30 November 2025, menjadi sinyal bahwa penyelesaian konflik tidak bisa lagi ditunda.

Sementara itu, rencana Syuriyah menunjuk pejabat Ketua Umum PBNU sebagai langkah transisi mendapat penghormatan dari Presidium Penyelamat Organisasi.

Baca Juga: Tolak Rencana Syuriyah PBNU tentang Percepatan Muktamar, Kubu Gus Yahya Tegaskan Muktamar Tetap Digelar pada 2027

Mereka menilai keputusan Syuriyah merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan jam’iyyah di tengah memanasnya dinamika internal.

Polemik internal PBNU diperkirakan masih akan berlanjut seiring langkah Syuriyah menuju rapat pleno dan pembentukan struktur transisi organisasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.