Pekan Depan PBNU Gelar Rapat Pleno, Tentukan Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya

AKURAT.CO Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 9 Desember 2025 untuk membahas kesinambungan kepemimpinan pascapemberhentian Yahya Cholil Staquf dari jabatan Ketua Umum oleh Syuriyah PBNU.
Rapat tersebut akan dihadiri secara lengkap oleh unsur Mustasyar, A'wan, Syuriyah, Tanfidziyah, serta pimpinan lembaga dan badan otonom PBNU.
Ketua PBNU, Moh Mukri, menegaskan bahwa rapat pleno merupakan forum konstitusional yang wajib ditempuh sesuai tata aturan organisasi. Ia juga menyatakan bahwa keputusan Syuriyah PBNU memberhentikan Gus Yahya bersifat mengikat.
“Insyaaallah. Salah satu agendanya adalah penetapan Pj Ketum PBNU,” kata Mukri dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).
Mukri menyampaikan bahwa seluruh proses organisasi tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan menjunjung nilai keulamaan. PBNU juga mengimbau warga Nahdliyin menjaga ketenangan serta mengikuti informasi resmi agar tidak terseret spekulasi publik.
Baca Juga: Wasekjen PBNU: Gus Yahya Sudah Tak Berhak Mengatasnamakan Ketum PBNU
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sebelumnya menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, Yahya Cholil Staquf tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.
“Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” ujar Miftachul usai pertemuan dengan unsur Syuriah PBNU dan PWNU di kantor PWNU Jawa Timur pada 29 November.
Di sisi lain, Gus Yahya membantah pencopotan dirinya. Ia menegaskan bahwa pergantian ketua umum hanya dapat dilakukan melalui forum muktamar.
“Secara de jure, berdasarkan AD/ART NU, saya tetap sebagai Ketua Umum PBNU dan tidak bisa diganti atau dimundurkan kecuali melalui forum Muktamar atau Muktamar Luar Biasa,” kata Gus Yahya, dikutip dari situs NU Online, Minggu (30/11/2025).
Rapat pleno pada 9 Desember mendatang menjadi tahapan penting untuk menentukan penjabat ketua umum sambil menunggu mekanisme organisasi berikutnya berjalan sesuai ketentuan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









