Gus Yahya Tolak Rencana Rapat Pleno Syuriyah PBNU: Tidak Sah, Saya Masih Ketum PBNU

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan penolakannya terhadap rencana Syuriyah PBNU menggelar Rapat Pleno pekan depan. Ia menyatakan rapat tersebut tidak sah karena tidak melibatkan dua unsur pimpinan yang diwajibkan.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/12/2025), Gus Yahya menjelaskan bahwa pleno harus digelar dengan kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah.
“Termasuk ketika mungkin satu dua hari yang lalu ada beredar undangan untuk Rapat Pleno. Ini juga tidak dapat dianggap sah karena Pleno itu hanya bisa diselenggarakan apabila dipimpin bersama-sama oleh Rais Aam dan Ketua Umum,” ujarnya.
Gus Yahya juga menegaskan bahwa dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU sebagaimana mandat Muktamar ke-34 Lampung 2021. Ia menolak anggapan bahwa posisinya telah berubah.
Baca Juga: Kiai Imaduddin: Kalau Mau Menyelamatkan NU, KH Miftachul Akhyar, Gus Yahya dan Gus Ipul Harus Mundur
“Nah, maka dengan demikian, pernyataan yang dikatakan sebagai hasil Rapat Harian Syuriyah mengenai posisi saya itu, itu tidak dapat diterima dan batal demi hukum, ya, karena di luar kewenangan dari Rapat Harian Syuriyah itu sendiri,” kata Gus Yahya.
Rencana rapat pleno sebelumnya muncul dari pertemuan Rais Aam PBNU dengan para Syuriyah PBNU dan 36 PWNU di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (29/11/2025).
Dalam salah satu poin disebutkan, bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan rapat pleno atau muktamar dalam waktu segera.
Baca Juga: Kisruh Internal PBNU karena Urusan Tambang, Gus Nadir: Bikin Amburadul Organisasi
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mengonfirmasi rencana tersebut. Ia menyampaikan bahwa rapat pleno direncanakan digelar pada 9 Desember mendatang.
“Tanggal 9,” ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan.
Polemik soal rencana pleno ini berlangsung di tengah dinamika internal PBNU yang semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir, memunculkan berbagai tanggapan dari tokoh NU — termasuk desakan dialog hingga opsi penyelesaian lewat jalur hukum apabila diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









