Di Tengah Penanganan Bencana, Pratikno Minta Pelayanan Saat Nataru Tetap Maksimal

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, menegaskan bahwa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) harus dikawal dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah akan mengawal ketat seluruh layanan utama Nataru, meliputi layanan peribadatan, layanan kesehatan, transportasi, pariwisata, antisipasi bencana, hingga layanan inklusif bagi perempuan, anak, dan penyandang dissabilitas.
Dia meminta seluruh kementerian/lembaga memastikan kesiapan posko layanan Nataru, posko terpadu, posko kesehatan, menjamin kelancaran dan keamanan ibadah Natal, menjaga arus transportasi, serta mengantisipasi kepadatan objek wisata.
Baca Juga: PU Pastikan Jalan Nasional dan Tol Siap Layani Mobilitas Nataru 2025
Selain itu, layanan inklusif khususnya di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, dan pusat keramaian, serta destinasi wisata juga menjadi perhatian penting.
"Ini adalah standar setiap tahun. Kita sudah belajar banyak dan terus memperbaiki pelayanan agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, selamat, dan lancar," kata Pratikno, di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, Nataru tahun ini memiliki karakter yang sangat berbeda karena berlangsung di tengah situasi darurat bencana di Sumatera.
Sehingga, pemerintah harus memastikan kelancaran arus mudik dan wisata, sembari menjalankan penanganan bencana, perlindungan warga terdampak, dan pemenuhan layanan peribadatan, terutama di provinsi-provinsi yang masyarakatnya merayakan Natal dalam jumlah besar.
Dia menegaskan bahwa fokus Nataru tahun ini adalah antisipasi bencana, mengingat perkiraan BMKG terhadap cuaca ekstrem dan risiko hidrometeorologi basah di berbagai wilayah.
"Yang tahun ini agak lebih berat adalah bencana. Kita menghadapi situasi di Aceh, Sumut, Sumbar, Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, dan wilayah lain. Ini PR berat, bukan hanya mengantisipasi bencana, tetapi juga menjaga layanan peribadatan dan pariwisata di wilayah terdampak," jelasnya.
Baca Juga: Diskon Tarif Transportasi Nataru
Dia juga menyampaikan bahwa pemulihan di sejumlah wilayah Sumatera masih berlangsung, terutama di Aceh, serta di Provinsi Sumatera Utara yang masyarakatnya banyak merayakan Natal di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Masih terdapat wilayah yang terisolasi, layanan kesehatan terbatas, listrik belum sepenuhnya normal, dan banyak fasilitas rusak.
Untuk itu, dia meminta seluruh kementerian/lembaga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat di lapangan. Menurutnya, dukungan ekstra bagi masyarakat yang merayakan Natal di wilayah terdampak bencana menjadi prioritas wajib.
"Nataru kali ini bukan hanya yang standar biasa kita lakukan, tetapi bagaimana memberikan dukungan ekstra pada wilayah-wilayah terdampak bencana. Terutama di Sumatera memerlukan perhatian khusus," tegasnya.
Dia juga meminta BMKG terus memperbarui informasi cuaca, termasuk operasi modifikasi cuaca di wilayah berisiko tinggi, mengingat potensi fenomena hidrometeorologi masih sangat tinggi.
Dia menekankan agar TNI-Polri, BNPB, Basarnas, serta Pemda memperkuat posko siaga terpadu, menjaga keamanan, dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana.
Sementara itu, kementerian/lembaga dan BUMN menyampaikan kesiapan dukungan Nataru, termasuk penyediaan posko informasi yang lebih holistik yang sebelumnya hanya berfokus pada angkutan, dan kini diperluas menjadi ekosistem layanan terpadu untuk para pemudik. Kesiapan pasokan bahan pokok dan dukungan logistik selama libur Nataru juga telah direncanakan.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Nataru, Kemenhub Atur Arus di Pelabuhan Utama
Pratikno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian/lembaga, BUMN, dan pihak terkait yang telah menyiapkan dukungan untuk Nataru. Dia meminta agar keterpaduan data, kesiapan posko informasi terpadu, serta stabilitas logistik dan bahan pokok diimplementasikan dengan baik.
"Saya menyampaikan terima kasih atas kesiapan semua pihak dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama libur Nataru," pungkasnya.
Pemerintah menetapkan libur Nataru tahun ini, jika dihitung dari akhir pekan dan cuti bersama, berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 Desember dan 24 Desember, sementara puncak arus balik diprediksi jatuh pada 28 Desember dan 4 Januari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









