Geram dengan Konflik Internal PBNU, Forum Kiai NU Jawa Ancam Bentuk PBNU Tandingan

AKURAT.CO Forum Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa menyatakan keprihatinan serius terhadap konflik internal yang berkepanjangan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Forum tersebut bahkan mengancam akan membentuk PBNU tandingan apabila konflik kepemimpinan tidak segera diselesaikan melalui Muktamar Luar Biasa (MLB).
Ancaman itu disampaikan setelah ratusan kiai NU dari berbagai pesantren di Pulau Jawa menggelar pertemuan di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025). Forum menilai langkah pembentukan PBNU tandingan merupakan opsi terakhir untuk menyelamatkan NU secara kultural di tengah kisruh organisasi yang dinilai semakin meresahkan warga nahdliyin di akar rumput.
Forum Kiai NU Jawa menilai konflik yang melibatkan kubu pimpinan PBNU telah menimbulkan kegelisahan luas di kalangan kiai dan pesantren. Ketegangan internal tersebut dinilai berpotensi merusak marwah NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Kunjungi Jabar, Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa Ajak Pengurus NU Maksimalkan Pelayanan Umat
Koordinator Forum Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim, mengatakan konflik di tingkat elite PBNU berdampak langsung terhadap stabilitas organisasi di daerah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat melemahkan peran NU dalam membina umat.
“Ketegangan di tingkat PBNU sudah sangat terasa dampaknya di bawah. Ini tidak boleh dibiarkan, karena bisa merusak muruah NU dan mengganggu kerja-kerja keumatan,” ujar Faris.
Forum Kiai NU Jawa mendesak seluruh jajaran pimpinan PBNU hasil Muktamar ke-34 di Lampung, mulai dari Rais Aam, Ketua Umum Tanfidziyah, hingga Sekretaris Jenderal, untuk mundur secara kolektif. Desakan tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas konflik yang terus berlarut di tubuh organisasi.
Selain itu, forum meminta agar segera dibentuk panitia Muktamar Luar Biasa NU dengan melibatkan unsur PBNU, Pengurus Wilayah NU (PWNU), dan Pengurus Cabang NU (PCNU) secara proporsional. Keterlibatan lintas struktur tersebut dinilai penting agar pelaksanaan MLB berjalan objektif, bebas konflik kepentingan, dan dapat menghasilkan kepemimpinan yang diterima seluruh warga NU.
Baca Juga: Kisruh PBNU dengan Pemecatan Gus Yahya, Cholil Nafis: Ada Indikasi Penetrasi Zionis ke PBNU
Forum Kiai NU Jawa memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada PBNU untuk merealisasikan pelaksanaan MLB. Apabila dalam batas waktu tersebut tidak ada langkah konkret, forum menyatakan siap menempuh tahapan dan proses pembentukan PBNU tandingan sesuai mekanisme internal yang mereka anggap sah.
Pernyataan ini menambah dinamika konflik internal PBNU yang hingga kini belum menemukan titik temu, sementara desakan penyelesaian dari kalangan kiai dan pesantren terus menguat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










