Pemerintah Percepat Transisi Rekonstruksi Pascabencana, Pulihkan Ekonomi Warga di Sumatera

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengatakan pemerintah terus mempercepat intervensi pada fase transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Uupaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera kembali ke kehidupan semula, sekaligus menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi di daerah terdampak.
Percepatan intervensi dilaksanakan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dengan fokus pada pemulihan sektor perumahan, pangan, pendidikan, kesehatan, serta penghidupan masyarakat.
Baca Juga: Mendagri Lepas Ratusan Praja IPDN ke Aceh Tamiang, Bantu Pemulihan Pemerintahan Pascabencana
Dia menyampaikan pentingnya percepatan proses penyaluran stimulan perbaikan rumah, bagi masyarakat terdampak dengan kategori rusak sedang dan rusak berat, sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia juga menegaskan, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pengembalian kondisi fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat dari sisi penawaran dan permintaan.
"Bukan hanya mengembalikan warga kembali ke huniannya masing-masing, tetapi juga menghidupkan kembali ekonomi daerah. Bukan hanya dari sisi supply, tetapi juga demand, agar ekonomi lokal kembali bergerak dan masyarakat bisa bangkit," kata Pratikno dalam Rapat Tingkat Menteri yang digelar di Kantor Kemenko PMK, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Hunian sementara (huntara) disiapkan sebagai solusi, untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi. Seiring dengan itu, pemerintah mendorong agar stimulan perbaikan rumah dapat segera dimanfaatkan.
Sehingga, masyarakat secara bertahap dapat kembali menempati hunian masing-masing dalam kondisi yang layak dan aman sebagai bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di sektor pertanian, pemerintah mendorong percepatan perbaikan lahan pertanian terdampak guna menjaga keberlanjutan produksi pangan. Selain itu, bantuan beras disalurkan kepada masyarakat yang tinggal di hunian sementara (huntara) untuk memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Baca Juga: Melapor ke Prabowo, Dasco: Satgas DPR Pastikan Pemulihan Pascabencana Berjalan Maksimal
Pemerintah juga memperkuat penyediaan akses barang kebutuhan pokok dan penting melalui kerja sama dengan BULOG dan ID FOOD.
Langkah ini dilakukan untuk menyuplai komoditas utama seperti beras dan tepung, serta terigu, gula, dan minyak goreng ke pedagang eceran di pasar rakyat terdampak bencana, dengan dukungan sarana distribusi yang memadai guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Pada sektor pendidikan, pemerintah memprioritaskan penyaluran tunjangan khusus bagi guru-guru dari sekolah terdampak bencana, serta percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan. Sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan total menjadi perhatian utama agar proses belajar-mengajar dapat segera kembali berjalan secara aman dan layak.
Pemulihan layanan kesehatan menjadi fokus utama dalam fase transisi. Penyelamatan dan pemulihan fungsi rumah sakit dilakukan sebagai langkah pertama, diikuti dengan percepatan pemulihan puskesmas agar layanan kesehatan dasar dapat kembali berfungsi 100 persen.
Seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah terdampak saat ini telah kembali beroperasi, dan juga dilakukan mobilisasi relawan-relawan ke wilayah terisolir. Pemerintah juga melakukan perbaikan dan penguatan operasional ambulans guna memastikan penanganan darurat di daerah terdampak.
Bencana juga berdampak pada nelayan dan sektor kelautan, terutama akibat kerusakan sarana penangkapan serta terganggunya aktivitas melaut.
Baca Juga: Komisi V DPR Dorong Percepatan Relokasi Huntap Pascabencana
Pemerintah melakukan pendataan dan penyiapan langkah pemulihan agar nelayan terdampak dapat kembali menjalankan mata pencaharian secara bertahap melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi sektor kelautan dan perikanan.
Dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, pemerintah membentuk posko-posko UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi untuk membantu mengaktifkan kembali kegiatan usaha dan produksi masyarakat.
Baca Juga: Mendagri: Kecepatan Data Hunian Jadi Kunci Bantuan Pascabencana Aceh
Pemerintah juga memastikan akses pembiayaan dan akses pasar bagi UMKM yang masih berproduksi, dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, BUMN, serta sektor swasta.
Pratikno menegaskan, percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra merupakan pekerjaan bersama yang terus dijembatani oleh pemerintah pusat.
"Ini menjadi pekerjaan rumah kita selanjutnya. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bekerja tanpa henti mempercepat pemulihan dampak bencana. Tidak hanya memulihkan kembali, tetapi membangun Sumatra menjadi lebih baik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








