Kabupaten Agam Masih Perpanjang Status Tanggap Darurat Akibat Longsor Susulan

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih memperpanjang status tanggap darurat bencana menyusul potensi longsor susulan yang belum sepenuhnya mereda.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga beberapa hari terakhir masih terjadi longsor susulan berupa banjir lumpur yang disertai material batu berukuran besar atau galodo.
"Kabupaten Agam ini yang beberapa kali hingga tiga hari yang lalu itu masih ada bencana longsor susulan, jadi banjir lumpur diikuti oleh batu-batu besar yang di daerah disebut galodo itu masih terjadi," kata Muhari dalam konferensi pers secara daring, Minggu (4/1/2026).
Baca Juga: Anggota DPRD Jakarta Dorong Kepala Desa Kelola Bantuan Rumah Korban Banjir dan Longsor di Aceh
Dia menjelaskan, potensi bencana susulan tersebut dipicu oleh adanya rekahan batuan di bagian hulu wilayah terdampak. Kondisi itu dinilai masih berbahaya, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam durasi yang cukup lama.
"Apabila terjadi hujan intensitas sedang dalam durasi yang cukup lama, hal itu berpotensi menjadi longsor susulan," ujarnya.
Atas pertimbangan tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah memutuskan Kabupaten Agam tetap berada dalam status tanggap darurat bencana. Saat ini, Agam menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang masih memperpanjang status tanggap darurat.
"Selain Kabupaten Agam, di Sumatra Barat sudah tidak ada kabupaten/kota yang dalam status tanggap darurat," ucapnya.
Baca Juga: Prabowo Santap Nasi Goreng Telur Ceplok Saat Meninjau Dapur Pengungsian di Kabupaten Agam
Sementara itu, di Provinsi Aceh tercatat masih terdapat 10 kabupaten/kota yang memperpanjang status tanggap darurat bencana. Adapun di Sumatera Utara, seluruh daerah terdampak telah keluar dari status tersebut.
"Di Sumatra Utara ini transisi darurat 14 daerah, tanggap darurat berakhir di dua daerah dan tidak diperpanjang," tutur Muhari.
BNPB menyatakan terus memantau kondisi lapangan serta melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan risiko bencana susulan, khususnya di wilayah Kabupaten Agam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








