TPST Bantar Gebang Sudah Penuh, Pemprov Jakarta Tidak Bisa Lagi Andalkan Strategi Tambal Sulam

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak bisa lagi mengandalkan solusi tambal sulam, untuk mengatasi persoalan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Sebab, kondisi TPST itu sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.
Anggota Komisi D DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bun Joi Phiau, menilai insiden longsor yang terjadi hingga tiga kali sepanjang Mei hingga Desember tahun lalu, menjadi bukti nyata bahwa TPST Bantar Gebang sudah mengalami persoalan serius.
"Menurut saya, Pemprov DKI sudah tidak bisa lagi menerapkan solusi tambal sulam terhadap masalah-masalah yang terjadi di TPST Bantar Gebang. Insiden tiga kali longsor menunjukkan kondisinya sudah pelik," kata Bun saat diwawancarai di Gedung DPRD DKI Jakarta, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Siapkan Tiga PLTSa, Pengelolaan Sampah di Jakarta Bakal Lebih Transparan
Dia menilai, langkah-langkah teknis seperti memperbaiki tembok, membangun turap, atau memindahkan tumpukan sampah saat terjadi longsor tidak lagi efektif. Bun menegaskan kapasitas TPST Bantar Gebang saat ini sudah nyaris penuh.
"Kita sudah tidak bisa lagi hanya sekadar memperbaiki tembok-tembok atau memindahkan tumpukan sampah. Mau diapakan juga, TPST tersebut kondisinya sudah nyaris kepenuhan," ujarnya.
Bun menekankan, akar persoalan justru berada di hulu pengelolaan sampah. Menurutnya, Jakarta belum mampu mengelola sampah dengan baik sejak dari sumbernya, sehingga volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang terus membengkak.
"Masalahnya ini ada di hulu. Kita memang belum dapat mengelola sampah sedemikian rupa, sehingga jumlah sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang bisa berkurang," katanya.
Dia juga menyoroti minimnya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Jakarta. Hingga November tahun lalu, Bun mencatat TPS3R baru tersedia di 20 titik, jauh dari kebutuhan ideal.
Baca Juga: Tumpukan Sampah di TPA Cebu Filipina Longsor, 1 Orang Tewas, 38 Dinyatakan Hilang
"Padahal idealnya, fasilitas TPS3R harus ada di masing-masing kecamatan di Jakarta," ucapnya.
Selain itu, dia mendorong Pemprov Jakarta untuk memperbanyak pembentukan Bank Sampah dan Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) di tingkat Rukun Warga (RW). Dia berharap, langkah itu dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.
"Dengan memperbanyak Bank Sampah dan BPS di tingkat RW, kami berharap jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang bisa terus ditekan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









