Program Cek Kesehatan Gratis Tahun Ini Fokus Penyakit Kardiovaskular, Pemeriksaan Lainnya Juga Tetap Berjalan

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan akan memfokuskan pada penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan obesitas pada pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun ini.
Namun, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan 13 jenis pemeriksaan dalam Program Cek Kesehatan Gratis selama ini tetap diberlakukan.
"Dapat (13 pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis)," katanya, dalam rapat dengar pendapat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Menurut Menkes, fokus ini dibarengi dengan tata laksana dan juga membangun kebiasaan masyarakat untuk minum obat. Dalam hal ini meningkatkan edukasi untuk dapat mengubah perilaku agar rajin minum obat.
"Jadi edukasi dulu, baru ubah perilakunya. Tahun ini akan masif dilakukan. Begitu kena (terdeteksi) langsung treatment dan obati," ujarnya.
Baca Juga: Lebih dari 50 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis, Beragam Masalah Kesehatan Masyarakat Terdeteksi
Menkes menyatakan, dari pemeriksaan CKG, sebanyak 6 juta orang diketahui mengidap hipertensi. Karena itu, ia memastikan masyarakat yang terdeteksi agar rajin minum obat.
"Jadi kita edukasi dulu, nanti kita ajak perubahan perilakunya. Sesudah kita kasih obat dulu supaya cepat turun," kata Menkes.
Ia menekankan bahwa tujuan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis ialah agar masyarakat Indonesia sehat. Untuk itu, dengan melakukan screening maka akan didapati penyakit-penyakit yang selama ini tidak diketahui.
"Ketahuan penyakitnya kan, jelek-jelek semua. Menurut saya tidak apa-apa, lebih bagus jelek kan, yang penting ditindaklanjuti," tutur Menkes.
Ia melanjutkan, dari riset yang diketahui, begitu penyakit kardiovaskular dapat dikendalikan, maka angka kematian dari penyakit tersebut akan turun sebanyak 50-60 persen.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Cek Kesehatan Gratis Bisa Kapan Saja, Tak Harus Saat Bulan Kelahiran
"Karena hasil riset di dunia, begitu itu terkendali, kematian turun 50 sampai 60 persen. Biaya BPJS itu turun bisa sampai 70 persen. Karena paling besar kan kardiovaskular," ujarnya.
"Jadi memang ini baru jalan, butuh dukungannya bapak ibu. Tujuannya ingin kita sehat dan tahun ini kita akan secara masif, begitu kena, langsung diterima. Langsung kita obati," pungkas Menkes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





