Mensos: Negara Ingin Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Agen Perubahan
AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan pemerintah ingin lulusan Sekolah Rakyat bisa menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Tentunya ini menjadi catatan penting untuk kepala sekolah.
"Negara ingin mereka unggul, sekolah rakyat harus melahirkan lulusan yang punya daya saing, kuat karakternya dan kompetitif. Mereka menjadi agen perubahan untuk dirinya, untuk keluarganya, dan untuk masyarakat luar sekolah. Ini perlu dicatat oleh kepala sekolah," kata pria yang akrab dipanggil Gus Ipul, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Memasuki tahun 2026, ada 3 hal yang harus diwujudkan dari Sekolah Rakyat, yaitu standar nasional Sekolah Rakyat harus tuntas, standar tata kelola yang sama, dan kualitas layanan yang setara. Saat ini, kualitas layanan setara masih menjadi tantangan terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil).
Baca Juga: Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat, Membaur dengan Para Siswa
"Dari 3 hal itu sekolah rakyat tidak boleh bergantung kepada kepala sekolahnya, sistemnya harus kuat sehingga nanti siapapun yang jadi kepala sekolah ke depannya, sekolah ini bisa makin baik makin berkualitas dan berkelanjutan," jelasnya.
Dia juga mendorong penggunaan bahasa asing pada aktivitas di sekolah, agar terciptanya DNA unggulan bagi para siswa serta memiliki daya saing.
"Mulai dengan bahasa Inggris atau bahasa Arab di hari-hari tertentu kalau perlu sehari dua kali, mereka masih sangat muda usianya, ini kesempatan baik. Tes DNA talent harus menjadi pedoman dalam membimbing anak-anak," ucapnya.
Dia berharap, Sekolah Rakyat tidak hanya dikenal sebagai sekolah dari keluarga miskin tetapi sekolah yang membawa harapan baru, memiliki standar yang tinggi, dan diferensiasi. "Sekolah rakyat tidak boleh dikenal karena siapa siswanya, tapi karena mutu lulusannya," tegasnya.
Sebagai informasi pada 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi dan tersebar di 34 provinsi. Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 15.945 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik). Saat ini juga mulai memasuki tahap pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di 104 titik lokasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







