Pemerintah Alokasikan Rp14 Triliun, Revitalisasi Sekolah Jadi Prioritas 2026

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 triliun dalam APBN 2026 untuk program revitalisasi satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini difokuskan pada tiga prioritas utama, yakni sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah di daerah terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa saat ini proses verifikasi dan validasi (verval) calon penerima bantuan tengah berlangsung.
“Untuk tahun 2026, yang sudah aman di APBN ada Rp14 triliun untuk revitalisasi. Sementara yang kami alokasikan, sekarang sudah proses verval, sekitar 11.470 satuan pendidikan,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk konsistensi pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak.
Infrastruktur pendidikan yang memadai dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus pemerataan akses pendidikan.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sesuai arahan Presiden RI pada peringatan Hari Guru Nasional 2025, cakupan revitalisasi sekolah pada 2026 akan diperluas secara signifikan.
Baca Juga: Tragedi Cinta Ditolak
Pemerintah menargetkan tambahan 60.000 satuan pendidikan untuk direvitalisasi, sehingga total pada 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 71.000 satuan pendidikan.
Arahan tersebut disebutnya sebagai bukti komitmen kuat Presiden dalam menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Pendidikan dipandang sebagai kunci strategis untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Bapak Presiden berkomitmen mengubah masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang maju dengan pendidikan sebagai prioritasnya. Berkali-kali beliau menyampaikan bahwa memberantas kemiskinan itu formulanya adalah pendidikan,” jelasnya.
Pada 2026, pelaksanaan program revitalisasi tetap menggunakan mekanisme swakelola, sebagaimana diterapkan sebelumnya.
Skema ini dinilai mampu mendorong partisipasi aktif satuan pendidikan serta memastikan kualitas pembangunan lebih terjaga karena sekolah terlibat langsung dalam proses pelaksanaannya.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa tiga kriteria prioritas—sekolah rusak berat, sekolah di daerah 3T, dan sekolah terdampak bencana—akan menjadi dasar utama penentuan penerima bantuan.
Melalui keberlanjutan program ini, Kemendikdasmen menyatakan komitmennya untuk menghadirkan keadilan dan pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.
Dengan lingkungan belajar yang aman, layak, dan bermartabat, pendidikan diharapkan semakin mampu menjadi solusi atas ketimpangan dan kemiskinan serta mengantarkan Indonesia menuju kemajuan yang berkelanjutan.
“Prioritas untuk 2026 adalah sekolah yang rusak berat, sekolah di daerah 3T, dan sekolah di daerah terdampak bencana. Tiga itu yang menjadi fokus revitalisasi tahun 2026,” tegas Abdul Mu’ti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








