Menko PM Wakafkan 2.000 Mushaf Al-Qur'an untuk Pesantren, Perkuat Pemberdayaan Santri

AKURAT.CO Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat mewakafkan 2.000 mushaf Al-Qur'an ke pesantren, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keagamaan.
Program wakaf ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Yayasan Muslim Sinar Mas yang selama ini aktif mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat.
Menko bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Muslim Sinar Mas yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Baca Juga: Gibran: Pesantren Wajib Kuasai AI hingga Blockchain, Santri Harus Jadi Pelopor Inovasi
"Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Muslim Sinar Mas atas komitmen dan mendukung berbagai upaya kita memperhatikan kualitas sumber daya manusia, khususnya keagamaan," ujar Muhaimin di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Penyaluran mushaf Al-Qur'an ini merupakan bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap proses pembelajaran keagamaan di lingkungan pesantren. Ketersediaan mushaf yang layak dan memadai, menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar Al-Qur'an bagi para santri.
Pesantren selama ini tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat serta menjadi pusat penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual.
Oleh karena itu, penguatan pesantren juga menjadi bagian penting dari agenda pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Dia menjelaskan bahwa Kemenko PM terus mendorong pergeseran orientasi pembangunan, dari sekadar pemberian bantuan sementara menuju peningkatan kapasitas masyarakat agar lebih berdaya.
Dengan pendekatan tersebut, bantuan pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam jangka panjang.
Dalam upaya tersebut, pesantren menjadi salah satu titik perhatian utama pemerintah. Menurutnya, mayoritas santri berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi rendah, terutama yang berada pada kelompok desil satu dan dua.
Baca Juga: Gibran: Pesantren Wajib Kuasai AI hingga Blockchain, Santri Harus Jadi Pelopor Inovasi
"Kita dorong agar episentrum pemberdayaan di pesantren sebagai upaya memberdayakan masyarakat sekitar sehingga pemberdayaan bersifat sistem berlangsung terus menerus," jelasnya.
Menko PM menambahkan, pendidikan merupakan salah satu kunci penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Selain penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan pesantren juga didorong melalui berbagai program seperti digitalisasi pendidikan, peningkatan kapasitas unit usaha pesantren, serta pengembangan kewirausahaan bagi para santri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






