Percepat Layanan Kesehatan, Menkes Dorong Aplikasi SPHERES Diterapkan di 514 Kabupaten Kota

AKURAT.CO Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, meninjau pelayanan penggunaan aplikasi dan dasboard Scalable Public Health Empowerment, Research, and Education Sites (SPHERES) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Aplikasi ini yang telah diterapkan di Purbalingga dan Lombok Barat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan agar lebih cepat dan tepat, dalam memberikan penanganan jika ditemukan indikasi masalah yang lebih serius.
Pihaknya akan melihat progres ke depannya, bagaimana Kabupaten Purbalingga dan Lombok Barat telah menggunakan aplikasi ini dalam memberikan peningkatkan pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Kementerian Kesehatan Israel Ungkap Data Korban Serangan Iran Dalam 24 Jam Terakhir
"Nanti bisa dilihat di dua kebupaten ini yang melaksanakan proyek ini tentu progress reportnya nanti beberapa tahun ke depan akan jauh lebih baik lagi dalam penanganan kesehatan masyarakat," kata Budi dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2026).
Di Purbalingga, aplikasi SPHERES diterapkan di Posyandu Lestari 5 Bancar dan Puskesmas Purbalingga. Sejak adanya aplikasi ini, implementasi digitalisasi pelayanan semakin baik sehingga pemberian pelayanan juga semakin cepat dan terukur.
Dia berharap, aplikasi ini dapat gunakan dan diterapkan di 514 kabupaten kota di Indonesia dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengungkapkan aplikasi SPHERES dapat menyediakan data real yang dibutuhkan daerahnya untuk memberikan pelayanan dan penanganan yang tepat bagi masyarakat Purbalingga.
"Dampak positif yang pertama karena program ini yang utamanya adalah pertama kita jadi memahami data real yang ada di masyarakat dengan berbagai penyakit dan juga kesehatan lainnya," ucapnya.
Baca Juga: BGN Pastikan Anggaran MBG Tak Ganggu Pagu Kemenkes dan Kemendikdasmen
Melalui aplikasi ini, pihaknya dapat menganalisa dengan melihat data real yang dimiliki untuk menjadi rujukan untuk membuat kebijakan atau program yang tepat sesuai kebutuhan di lapangan.
"Kalau sebelumnya kita agak kesulitan karena belum ada data yang terpadu secara kompresif keseluruhan secara real time. Nah sekarang kita bisa langsung memutuskan dari berdasarkan data real yang ada dan juga tidak perlu menunggu," tambahnya.
Ke depannya, program-program prioritas juga dapat disesuaikan berdasarkan prioritas dari data yang tersedia dari aplikasi SPHERES.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









