Akurat
Pemprov Sumsel

Nuzulul Qur'an Sumber Inspirasi Merawat Persatuan dan Hadirkan Perdamaian

Ayu Rachmaningtyas | 11 Maret 2026, 07:17 WIB
Nuzulul Qur'an Sumber Inspirasi Merawat Persatuan dan Hadirkan Perdamaian
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Kemenag)

AKURAT.CO Peringatan Nuzulul Qur'an harus menjadi sumber inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam merawat persatuan dan mewujudkan kehidupan yang damai.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam Peringatan Nuzulul Qur'an Tingkat Kenegaraan bertema "Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta" di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

Peringatan Nuzulul Qur'an kali ini turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Agama Romo Syafii, serta jajaran pimpinan kementerian/Lembaga Kabinet Merah Putih.

Nasaruddin menyampaikan bahwa Al-Qur'an diturunkan sebagai sumber petunjuk dan rahmat bagi kehidupan manusia.

Dalam hal ini, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus mampu dihadirkan dalam kehidupan publik. Agar tidak sekadar menjadi bacaan tetapi juga pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Menag: Perbedaan Penetapan Idulfitri Lazim Terjadi

"Dengan semangat itulah kita berharap peringatan Nuzulul Qur'an harus menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa ini untuk menghadirkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa kemanfaatan," ujarnya.

Nasaruddin menyatakan, peringatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mengamalkan ajaran Al-Qur'an secara nyata. Menurutnya, implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam pembangunan bangsa akan melahirkan keteguhan dalam memimpin menuju kebaikan bersama.

Ia juga menekankan tentang urgensi mendoakan pemimpin. Menurut Nasaruddin, kebaikan seorang pemimpin akan membawa dampak positif bagi kemaslahatan seluruh rakyat dan negara.

"Jika aku tunjukkan (doa) untuk diriku sendiri maka manfaatnya hanya kembali kepada aku. Tetapi jika aku tunjukkan untuk pemimpin, maka kebaikan pemimpin akan membawa kebaikan bagi manusia dan bagi mereka," ujarnya.

Nasaruddin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Ia berharap momentum ini memperkuat komitmen nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.

"Semoga Peringatan Nuzulul Qur'an ini semakin memperkuat komitmen kita untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai pedoman di dalam pembangunan bangsa yang damai dan bermanfaat," katanya.

Baca Juga: Menag Lapor Persiapan Idulfitri ke Presiden Prabowo, Takbiran di Bali Beriringan dengan Nyepi

Dalam Peringatan Nuzulul Qur'an tahun ini, Kementerian Agama turut menghadirkan 30 anak yatim untuk menerima paket bantuan, sebagai bagian dari penguatan nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur'an.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.