Prabowo Siapkan Inpres Selamatkan Populasi dan Habitat Gajah di Sumatera dan Borneo

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyiapkan instruksi presiden (Inpres) terkait penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatera serta gajah Borneo, untuk memperkuat upaya konservasi satwa.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan Inpres tersebut menjadi langkah penting untuk menyelamatkan populasi gajah, yang saat ini menghadapi ancaman serius akibat menyusutnya habitat alami mereka.
Tanpa intervensi serius dari pemerintah, kerusakan habitat gajah berpotensi semakin meluas dan mengancam keberlangsungan spesies tersebut.
Baca Juga: Penyebab Anak Gajah Mati
"Dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan. Dan oleh karena itu populasi gajah sebagai salah satu satwa yang dilindungi dan merupakan ikonik spesies di Indonesia tidak menutup kemungkinan akan punah," ujar Raja Juli di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Melalui Inpres tersebut, Prabowo akan memberikan arahan kepada sejumlah kementerian terkait untuk mendukung Kementerian Kehutanan, dalam upaya penyelamatan populasi gajah. Termasuk dengan membangun koridor habitat yang memungkinkan pergerakan gajah antarwilayah.
Baca Juga: Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo
Selain itu, pemerintah juga akan membangun koridor di dalam kawasan kantong gajah guna memperluas daya jelajah satwa, sekaligus mencegah terjadinya perkawinan sedarah yang dapat mengancam keberlanjutan populasi.
"Contohnya di HGU yang sudah terbit, sawit yang terbit di Sumatera akan dibentuk apa yang disebut sebagai area preservasi. Area preservasi yaitu sebuah wilayah yang memungkinkan ada koridor gajah antarkantong tadi sehingga gajah ini dapat bergerak dari satu kantong ke kantong yang lain," jelas Raja Juli.
Dia juga menyinggung langkah konkret Presiden Prabowo dalam mendukung pelestarian habitat gajah, termasuk dengan menyerahkan lahan miliknya seluas 90 ribu hektare untuk konservasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





