Akurat
Pemprov Sumsel

Demi Hemat BBM, Pemerintah Berlakukan WFH Setelah Lebaran untuk ASN dan Swasta

Nurma Nafisa Faradilla | 21 Maret 2026, 19:21 WIB
Demi Hemat BBM, Pemerintah Berlakukan WFH Setelah Lebaran untuk ASN dan Swasta
Work from home. (Freepik)

AKURAT.CO Work from home (WFH) setelah lebaran resmi diberlakukan pemerintah sebagai langkah penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Kebijakan ini menyasar ASN dan juga diimbau untuk sektor swasta dengan aturan tertentu agar menjaga produktivitas kerja.

Dikutip dari berbagai sumber, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kebijakan ini akan segera diberlakukan setelah Lebaran.

“(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga, Sabtu (21/3).

Dalam pelaksanaannya, WFH setelah Lebaran tidak dilakukan setiap hari. Pemerintah menetapkan skema kerja yang seimbang antara efisiensi dan produktivitas.

Baca Juga: Tekan BBM, Pemerintah Siapkan Skema WFH 1 Hari Sepekan

WFH hanya berlaku satu hari dalam satu pekan. Selain itu, aturan ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri agar penerapannya berjalan efektif di berbagai sektor.

WFH setelah Lebaran diterapkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak yang meningkat akibat kondisi global. Dengan berkurangnya mobilitas pekerja, penggunaan BBM diharapkan bisa ditekan secara signifikan.

Pemerintah memperkirakan bahwa kebijakan ini mampu menghemat konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen, terutama dari pengurangan perjalanan harian ke kantor.

Dampak WFH bagi Masyarakat dan Ekonomi

Selain menghemat energi, WFH setelah Lebaran juga membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah berkurangnya kemacetan serta meningkatnya waktu bersama keluarga.

Jika diterapkan pada hari tertentu seperti Jumat, maka masyarakat akan memiliki waktu akhir pekan yang lebih panjang. Hal ini berpotensi mendorong aktivitas ekonomi, terutama di sektor pariwisata dan konsumsi rumah tangga.

Baca Juga: Gejolak Global Bikin Galau Ekonomi, Malaysia Pertimbangkan WFH Bagi ASN

Kebijakan WFH setelah Lebaran muncul sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Presiden mendorong langkah efisiensi energi, termasuk melalui sistem kerja fleksibel seperti work from home.

Pengalaman saat pandemi sebelumnya menunjukkan bahwa sistem kerja dari rumah dapat berjalan efektif sekaligus membantu mengurangi konsumsi energi secara signifikan.

Beberapa negara lain juga telah menerapkan kebijakan serupa untuk menghadapi krisis energi, sehingga langkah ini dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.