Whoosh Diserbu Penumpang, Tembus 23 Ribu Orang per Hari Selama Libur Lebaran

AKURAT.CO Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran 2026 turut mendorong peningkatan signifikan jumlah penumpang Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) atau Whoosh.
Pada puncak keberangkatan Minggu (23/3/2026), jumlah penumpang Whoosh tercatat mencapai 23.141 orang per hari, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan akhir pekan normal yang berada di kisaran 19–20 ribu penumpang.
Rute favorit masih didominasi perjalanan dari Halim menuju Bandung, dengan total sekitar 10 ribu penumpang. Tingginya minat ini menunjukkan Bandung tetap menjadi destinasi utama masyarakat selama libur Lebaran.
Baca Juga: Momentum Lebaran Tingkatkan Wisata Domestik dan Ekonomi Daerah
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan tingginya minat masyarakat dipengaruhi oleh daya tarik wisata di Bandung, mulai dari kuliner, wisata alam, hingga pusat belanja dan rekreasi keluarga.
"Whoosh menjadi salah satu pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan selama libur Lebaran, khususnya untuk menuju berbagai destinasi wisata seperti Bandung dan Karawang," ujar Eva dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3/2026).
Selain Bandung, pergerakan penumpang menuju dan dari Karawang juga cukup tinggi, mencapai sekitar 2 ribu penumpang per hari. Salah satu daya tarik utama di wilayah tersebut adalah kawasan premium outlet, yang dapat diakses langsung melalui layanan shuttle gratis dari stasiun.
Untuk mendukung lonjakan tersebut, KCIC menambah armada shuttle gratis di Karawang dari satu menjadi dua unit guna meningkatkan kenyamanan penumpang.
Baca Juga: 28.696 Pemudik Diperiksa di Pos Kesehatan Selama Periode Lebaran, Paling Banyak Alami Hipertensi
Sementara itu, untuk keberangkatan Selasa (24/3/2026), penjualan tiket telah mencapai sekitar 15 ribu dan diproyeksikan terus meningkat hingga menyentuh 24 ribu penumpang seiring masih berlangsungnya penjualan tiket.
"Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, jumlah penumpang Whoosh telah mencapai sekitar 210 ribu orang dan diperkirakan terus bertambah," tuturnya.
KCIC menilai tren ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta cepat sebagai moda transportasi andalan, terutama karena waktu tempuh yang singkat, kenyamanan, serta konektivitas yang terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










