Program Revitalisasi Sekolah Genjot Ekonomi Lokal, Serap 238 Ribu Tenaga Kerja dan Hidupkan UMKM

AKURAT.CO Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah turut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.
Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, mengatakan, program tersebut berhasil menyerap ratusan ribu tenaga kerja serta menggerakkan puluhan ribu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Data yang diterima KSP menunjukkan bahwa setiap satu sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat. Jadi ada 16 ribu titik yang bergerak dengan sekian jumlah pekerja. Secara keseluruhan, tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini," jelasnya, Kamis (26/3/2026).
Qodari menjelaskan, tenaga kerja yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari insinyur, pengawas proyek, hingga tenaga pendukung lainnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya membangun infrastruktur fisik sekolah, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal di sekitar lokasi pembangunan.
Selain menyerap tenaga kerja, program revitalisasi sekolah juga menggerakkan sekitar 58 ribu UMKM di berbagai sektor, seperti penyedia bahan bangunan lokal hingga percetakan dan penyedia alat tulis.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan: Anak Masuk Sekolah Rakyat, Orang Tua Diberdayakan Lewat Bantuan Kemensos
"Program ini juga menyumbang pada pendapatan daerah melalui pajak dan konsumsi lokal," katanya.
Qodari menjelaskan, program revitalisasi sekolah tersebut bertujuan memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas. Program ini tidak hanya memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga mencakup peningkatan fasilitas sekolah.
"Memastikan ruang belajar yang aman, lingkungan yang sehat, termasuk area perbaikan toilet atau pembuatan toilet, serta fasilitas pembelajaran yang optimal. Ini adalah investasi jangka panjang negara dalam membangun generasi masa depan," ujarnya.
Pada 2025, pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 10.000 sekolah. Namun, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 16.167 sekolah.
Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan, sementara 105 sekolah lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Untuk 2026, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,1 triliun untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan. Namun, pemerintah juga berencana menambah target hingga mencapai 60 ribu sekolah.
Baca Juga: Tak Ada PJJ, Mendikdasmen Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka
Untuk mendukung penambahan tersebut, pemerintah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp89,5 triliun yang saat ini masih dalam proses pembahasan melalui Kementerian Keuangan.
Qodari menegaskan, perluasan program revitalisasi sekolah menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap sektor pendidikan.
"Jadi kalau kita lihat, ini komitmen Presiden Prabowo untuk pendidikan sangat kuat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








