BGN Dorong Penguatan Industri Peternakan untuk Ketahanan Pangan dan Penciptaan Lapangan Kerja

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) mendukung pengembangan di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, untuk keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional, Sony Sonjaya, mengatakan langkah ini tidak hanya meningkatkan permintaan terhadap produk pangan, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok.
"Peningkatan permintaan terhadap produk pertanian, peternakan, dan perikanan berkualitas berdampak pada penciptaan lapangan kerja di sepanjang rantai pasok pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan merupakan bagian penting dalam keberhasilan program pemenuhan gizi," kata Sony, Minggu (29/3/2026).
Baca Juga: BGN Bekukan 1.528 SPPG Tak Bersertifikat, Ribuan Layanan Gizi Disetop Sementara
Berdasarkan data dari International Dairy Federation (IDF) 2023, lebih dari 160 juta anak di seluruh dunia telah memperoleh manfaat dari program susu sekolah (School Milk), khususnya melalui program makan di sekolah (School Meals Program) yang menyasar anak-anak sebagai kelompok utama.
Hal ini menunjukkan pentingnya peran sektor peternakan, terutama komoditas susu, dalam mendukung perbaikan gizi masyarakat.
Di Indonesia, mayoritas peternak sapi perah masih didominasi oleh skala kecil hingga menengah dengan kepemilikan kurang dari 10 ekor sapi.
Kondisi ini membuat mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap bibit unggul, pakan berkualitas, serta teknologi dan pengetahuan dalam pengelolaan peternakan yang efisien.
Di sisi lain, industri pengolahan susu skala besar dituntut untuk terus menjaga kualitas sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku dari peternak lokal. Menurutnya, penguatan sektor peternakan merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
Baca Juga: Bukan Sekadar Target, BGN Diminta Stop Praktik Bisnis di Program MBG
"Kami melihat penguatan ekosistem peternakan sapi perah, tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi susu nasional, tetapi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Ini menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi yang berkelanjutan," jelasnya.
Dia pun menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi industri peternakan yang berkelanjutan.
"Pemerintah terus mendorong efisiensi dan standardisasi kualitas. Namun, pada saat yang sama, perlu dipastikan bahwa peternak lokal mendapatkan dukungan, baik dari sisi akses teknologi, pembiayaan, maupun pendampingan. Dengan demikian, rantai pasok dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









