Akurat
Pemprov Sumsel

Pelarangan Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa Bentuk Nyata Pelanggaran Hukum Internasional

Redaksi Akurat | 1 April 2026, 21:55 WIB
Pelarangan Salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa Bentuk Nyata Pelanggaran Hukum Internasional
Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini, mengecam kebijakan Israel yang melarang muslim Palestina melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa. (Parlementaria)

AKURAT.CO Anggota Komisi I DPR, Jazuli Juwaini, meminta negara-negara di dunia mendesak Israel untuk membuka akses Masjid Al-Aqsa bagi umat Islam.

Menyusul pelarangan Salat Id pada Idulfitri 1447 Hijriah lalu.

Jazuli, yang juga Presiden Justice and Democracy Forum (JDF) Asia Pasifik, menyatakan pihaknya mengecam keras kebijakan Israel yang melarang muslim Palestina melaksanakan ibadah di masjid bersejarah tersebut, sehubungan perang dengan Iran.

"Masjidil Aqsa bukan sekadar tempat ibadah biasa tetapi memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia. Sebagai kiblat pertama umat Islam," katanya, dalam keterangan yang diterima Rabu (1/4/2026).

Politisi PKS itu menilai tindakan tersebut sebagai bentuk nyata pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia yang semakin serius dan berulang. Langkah agresif tersebut dinilai mencerminkan semakin beraninya Israel mengabaikan hukum internasional dan norma-norma kemanusiaan.

Baca Juga: Ketua Komisi III DPR Apresiasi Putusan Bebas Videografer Amsal Sitepu

Tindakan itu tidak hanya mencederai kebebasan beragama, tetapi juga memperkeruh situasi dan berpotensi memicu ketegangan yang lebih luas.

JDF Asia Pasifik menyatakan pembatasan ibadah di Masjidil Aqsa merupakan bentuk penindasan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

Tindakan tersebut juga dinilai berisiko menyulut kemarahan umat Islam global serta mengganggu stabilitas keamanan dan perdamaian internasional.

Oleh karena itu, JDF Asia Pasifik mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan komunitas internasional memaksa Israel tunduk pada aturan status quo terhadap situs bersejarah tersebut serta menghormati hak dan kebebasan beribadah di dalamnya.

"Meminta agar akses umat Islam ke Masjidil Aqsa dibuka sepenuhnya tanpa pembatasan," kata Jazuli.

Baca Juga: Krisis Energi Global Tekan Indonesia, DPR-Pemerintah Sepakat Perkuat Strategi WFA

Selain itu, JDF Asia Pasifik mengajak negara-negara, khususnya mayoritas muslim, Organisasi Konferensi Islam, Liga Arab, dan lainnya, untuk tidak tinggal diam dan mengambil langkah diplomatik yang lebih tegas.

"JDF Asia Pasifik menegaskan bahwa perlindungan terhadap tempat-tempat suci dan kebebasan beribadah adalah tanggung jawab bersama masyarakat dunia. Upaya kolektif diperlukan untuk memastikan keadilan dan perdamaian tetap terjaga," demikian Jazuli.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK