Akurat
Pemprov Sumsel

Timur Tengah Bergejolak, Komisi I DPR Desak Pemerintah Siapkan Skenario Darurat

Putri Dinda Permata Sari | 1 Maret 2026, 19:26 WIB
Timur Tengah Bergejolak, Komisi I DPR Desak Pemerintah Siapkan Skenario Darurat
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono.

AKURAT.CO Komisi I DPR RI mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak ekonomi akibat eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai, konflik yang terus meningkat tersebut menuntut kesiapan penuh pemerintah dalam mengantisipasi berbagai implikasi terhadap kepentingan nasional.

“Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah menuntut kesiapan penuh dari Pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi berbagai dampak terhadap kepentingan nasional,” ujar Dave kepada Akurat.co, Minggu (1/3/2026).

Dave menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar respons pemerintah berjalan efektif dan terintegrasi.

“Koordinasi lintas kementerian harus berjalan efektif dan terintegrasi, disertai penyusunan skenario kontinjensi yang matang untuk menghadapi kemungkinan meluasnya konflik,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama melalui langkah-langkah konkret dan terukur.

Waspadai Gejolak Energi dan Rantai Pasok

Selain aspek perlindungan WNI, Komisi I turut menyoroti potensi dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya pada sektor energi dan rantai pasok global.

Baca Juga: GoPro Dukung Inisiatif Prabowo Tawarkan Mediasi Konflik Timur Tengah

“Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak pasar energi dan terganggunya rantai pasok global, karena keduanya dapat berimplikasi langsung pada stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dave.

Menurutnya, gejolak harga minyak dunia dan gangguan distribusi komoditas strategis bisa berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dave menegaskan, seluruh langkah antisipasi dan diplomasi yang ditempuh pemerintah harus dilakukan secara hati-hati serta konsisten dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.

“Komisi I DPR RI menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi dan antisipasi harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan tetap berlandaskan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik global tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.