Timur Tengah Bergejolak, Komisi I DPR Desak Pemerintah Siapkan Skenario Darurat

AKURAT.CO Komisi I DPR RI mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak ekonomi akibat eskalasi militer di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai, konflik yang terus meningkat tersebut menuntut kesiapan penuh pemerintah dalam mengantisipasi berbagai implikasi terhadap kepentingan nasional.
“Eskalasi militer di kawasan Timur Tengah menuntut kesiapan penuh dari Pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi berbagai dampak terhadap kepentingan nasional,” ujar Dave kepada Akurat.co, Minggu (1/3/2026).
Dave menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar respons pemerintah berjalan efektif dan terintegrasi.
“Koordinasi lintas kementerian harus berjalan efektif dan terintegrasi, disertai penyusunan skenario kontinjensi yang matang untuk menghadapi kemungkinan meluasnya konflik,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak harus menjadi prioritas utama melalui langkah-langkah konkret dan terukur.
Waspadai Gejolak Energi dan Rantai Pasok
Selain aspek perlindungan WNI, Komisi I turut menyoroti potensi dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya pada sektor energi dan rantai pasok global.
Baca Juga: GoPro Dukung Inisiatif Prabowo Tawarkan Mediasi Konflik Timur Tengah
“Pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak pasar energi dan terganggunya rantai pasok global, karena keduanya dapat berimplikasi langsung pada stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat,” kata Dave.
Menurutnya, gejolak harga minyak dunia dan gangguan distribusi komoditas strategis bisa berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik jika tidak diantisipasi sejak dini.
Dave menegaskan, seluruh langkah antisipasi dan diplomasi yang ditempuh pemerintah harus dilakukan secara hati-hati serta konsisten dengan prinsip politik luar negeri Indonesia.
“Komisi I DPR RI menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi dan antisipasi harus dijalankan dengan penuh kehati-hatian dan tetap berlandaskan pada prinsip politik luar negeri bebas aktif,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa dinamika geopolitik global tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









