Sinopsis Ghost in the Cell: Abimana dan Aming Jadi Napi di Film Terbaru Joko Anwar

AKURAT.CO Ghost in the Cell adalah film horor-komedi satir terbaru karya sutradara ternama Joko Anwar yang akan tayang pada 16 April 2026 di bioskop Indonesia.
Film Ghost in the Cell ini mengeksplorasi kritik sosial dengan latar penjara yang berfungsi sebagai metafora kehidupan masyarakat Indonesia.
Berikut film Ghost in the Cell yang akan tayang di bioskop Indonesia.
Sinopsis Ghost in the Cell
Film Ghost in the Cell menceritakan kehidupan narapidana di Lapas Labuhan Angsana yang brutal dan penuh penindasan. Situasi di penjara menjadi semakin mencekam setelah kedatangan seorang narapidana baru yang membawa serta entitas supernatural pendendam.
Hantu ini mengincar narapidana dengan aura paling negatif, memicu serangkaian pembunuhan misterius yang mengerikan.
Dalam kondisi ini, para narapidana terpaksa bersatu untuk mengungkap motif di balik pembunuhan dan menenangkan musuh tak kasat mata mereka.
Mereka menyadari bahwa hantu tersebut membunuh orang dengan aura ternegatif, sehingga mereka berlomba-lomba berbuat baik demi bertahan hidup di tengah lingkungan penjara yang tidak adil.
Film ini juga menyoroti empat narapidana dengan latar belakang kriminal berbeda yang menghadapi kejadian mistis di dalam penjara.
Genre dan Kritik Sosial
Ghost in the Cell menggabungkan genre horor, komedi, dan aksi, dengan kritik sosial yang tajam. Film ini memadukan ketegangan horor, konflik, dan humor absurd dalam lingkungan penjara yang tertutup.
Joko Anwar menggunakan horor supranatural untuk menyalurkan kecemasan sosial tentang korupsi sistemik dan kerusakan lingkungan.
Sutradara menjelaskan bahwa penjara adalah miniatur kehidupan masyarakat, mencerminkan hierarki, dinamika kekuasaan, ketakutan, kekerasan, dan moralitas dalam satu ruang terbatas.
Film ini juga mengangkat isu penindasan terhadap rakyat di bawah kendali sistem yang mencengkeram, yang menurut Joko Anwar adalah isu universal.
Film ini secara khusus menekankan realitas lingkungan dan politik sebagai asal mula horor, bukan sekadar latar belakang. Hantu dalam film ini bukanlah metafora murni, melainkan karakter sebenarnya yang memiliki niat, kecerdasan, dan batasan, serta memilih korbannya.
Pemeran dan Produksi
Film ini dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Abimana Aryasatya sebagai Anggoro, Aming Sugandhi sebagai Tokek, Lukman Sardi sebagai Pendi, Tora Sudiro sebagai Anton, dan Bront Palarae sebagai Jefry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026



