Akurat
Pemprov Sumsel

Margin of Error: Kunci Memahami Akurasi Hasil Survei

Redaksi Akurat | 6 April 2026, 22:33 WIB
Margin of Error: Kunci Memahami Akurasi Hasil Survei
Ilustrasi survei.

AKURAT.CO Hasil survei kerap dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan, mulai dari politik hingga bisnis.

Namun, angka yang ditampilkan bukanlah fakta mutlak. Ada faktor penting yang menentukan tingkat keakuratannya, yakni margin of error.

Apa Itu Margin of Error?

Margin of error adalah ukuran ketidakpastian dalam hasil survei yang menunjukkan potensi selisih antara data yang dilaporkan dan kondisi sebenarnya.

Biasanya ditulis dalam bentuk persentase, misalnya ±3%. Artinya, hasil survei bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari angka tersebut.

Sebagai contoh, jika tingkat dukungan tercatat 50% dengan margin of error 3%, maka angka riil berada di kisaran 47% hingga 53%.

Dengan demikian, margin of error menegaskan bahwa survei merupakan estimasi berbasis sampel, bukan kepastian absolut.

Faktor Penentu Margin of Error

Besaran margin of error dipengaruhi beberapa faktor utama:

  • Ukuran sampel: Semakin besar jumlah responden, semakin kecil margin of error.

  • Tingkat kepercayaan: Umumnya digunakan 95%. Semakin tinggi tingkat kepercayaan, margin of error cenderung membesar.

  • Variasi populasi: Populasi yang lebih beragam menghasilkan margin of error lebih tinggi dibanding populasi yang homogen.

Ketiga faktor ini dihitung secara cermat oleh lembaga survei untuk memastikan hasil tetap representatif.

Baca Juga: Cara Mengontrol Emosi agar Tidak Meledak di Tengah Tekanan

Cara Perhitungan

Margin of error dihitung menggunakan rumus statistik:

Margin of Error = z × √(p × (1-p) / n)

Keterangan:

  • z = nilai z-score (misalnya 1,96 untuk tingkat kepercayaan 95%)

  • p = proporsi estimasi (umumnya 0,5)

  • n = jumlah sampel

Sebagai ilustrasi, survei dengan 1.000 responden umumnya memiliki margin of error sekitar 3%.

Penerapan dalam Survei

Dalam survei politik, margin of error menjelaskan ketidakpastian selisih dukungan antar kandidat.

Misalnya, jika kandidat memperoleh 52% dengan margin of error 3%, maka peluang sebenarnya bisa berada di rentang 49% hingga 55%.

Di sektor lain, seperti layanan kesehatan, margin of error membantu membaca tingkat kepuasan secara lebih objektif dan menjadi dasar evaluasi kebijakan.

Margin of error merupakan elemen krusial dalam membaca hasil survei. Angka ini membantu publik memahami batas ketidakpastian data, sehingga interpretasi tidak keliru.

Dengan memahami margin of error, masyarakat dapat menilai hasil survei secara lebih kritis dan proporsional.

Laporan: Amalia Febriyani/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.