Tak Cuma Bagi-bagi Tanah, BBT Komitmen Tingkatkan Ekonomi Subjek Reforma Agraria

AKURAT.CO Badan Bank Tanah menegaskan bahwa program reforma agraria bukan hanya sekadar bagi-bagi tanah, tetapi juga sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat sebagai penerima manfaat.
Untuk itu, Badan Bank Tanah melakukan penandatanganan kerja sama (PKS) dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), sebagai upaya memberdayakan subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah.
Plt. Kepala Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, menyampaikan melalui sinergi ini masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pendampingan usaha, pembiayaan, serta penguatan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ekonomi di atas lahan yang dikelola.
Baca Juga: RPH Capai 94,7 Persen, Badan Bank Tanah Dapat Penghargaan dari BPK
"Bagi kami, tanah bukan sekadar aset, tetapi ruang harapan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang menjadi subjek reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah benar-benar mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, mandiri, dan sejahtera," kata Hakiki, dikutip Selasa (14/4/2026).
Dia menambahkan, pemberdayaan menjadi kunci penting agar pemanfaatan lahan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasi kepada Badan Bank Tanah atas kepercayaan yang diberikan kepada PT PNM untuk memberdayakan penerima manfaat reforma agraria di atas HPL Badan Bank Tanah.
"Melalui kerja sama ini kami berkomitmen untuk bersama-sama membuka akses, membuka peluang, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya perempuan prasejahtera di Indonesia," ujar Arief.
Menurutnya, pemberdayaan bukan hanya soal memberikan bantuan, tetapi tentang membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan martabat mereka yang selama ini bahkan tidak berani bermimpi. Dia menceritakan bahwa PNM telah sukses meningkatkan puluhan juta ekonomi Masyarakat Indonesia melalui program PNM Mekaar.
Baca Juga: Badan Bank Tanah Siapkan 120 Ha Lahan Bangun Rumah Tapak, Bakal Gandeng Pengembang Lokal
"Lebih dari 23,1 juta perempuan prasejahtera telah PNM dampingi. Dari yang awalnya memulai usaha kecil di rumah, berjualan gorengan, menjahit, hingga warung sederhana, kini banyak yang telah berkembang, membuka lapangan kerja, menyekolahkan anak-anaknya lebih tinggi, bahkan menjadi inspirasi di komunitasnya," paparnya.
Melalui kolaborasi ini, dia berharap lokasi Hak Pengelolaan Badan Bank Tanah dapat menjadi pusat aktivitas produktif masyarakat. Tidak hanya menghadirkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha, peningkatan kapasitas, hingga pembentukan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Bayangkan jika di setiap titik pengelolaan lahan tersebut tumbuh kelompok-kelompok usaha perempuan yang kuat, saling mendukung, dan mandiri. Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang menciptakan komunitas yang berdaya dan sejahtera," pungkas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








