Tegaskan Peran sebagai Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan

AKURAT.CO Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) memastikan pentingnya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan bangsa.
Hal itu disampaikan Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo, dalam acara halalbihalal FKPPI di Griya Ardhya Garini, Jakarta Timur, pada Rabu (15/4/2026).
"Intinya adalah mempererat silaturahmi. Tapi silaturahmi juga kita gunakan untuk membangun kesamaan pandangan. Apa masalah kita, bagaimana kita ke depan," katanya.
Menurut Pontjo, esensi Indonesia adalah kemerdekaan bagi seluruh rakyat, bukan sekadar entitas negara. Meski penjajahan fisik telah berakhir sejak proklamasi tetapi penjajahan mental masih berlangsung hingga kini.
"Tanpa pembebasan mental, maka rakyat Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dia akan menjadi terjajah dalam bentuk penjajahan yang baru," ujarnya.
Baca Juga: FKPPI Wadah Berkumpulnya Anak Bangsa
Pontjo menyebut FKPPI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat pembebasan sebagai bagian dari nilai perjuangan UUD 1945. Ia juga menilai perjuangan saat ini membutuhkan pendekatan sosial, bukan lagi kekuatan senjata.
"Bentuk penjajahan hari ini justru memerlukan kekuatan sosial untuk melawan, tidak dalam bentuk senjata tetapi dalam bentuk perjuangan sosial," katanya.
Menanggapi isu FKPPI akan menjadi partai politik, Pontjo menegaskan organisasinya tetap sebagai kekuatan sosial.
"FKPPI bukan partai dalam konteks undang-undang, tapi FKPPI adalah kekuatan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, gerakan besar dalam sejarah Indonesia lahir dari partisipasi masyarakat, bukan semata dari partai politik. Untuk itu, FKPPI akan fokus menggalang kekuatan rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan yang utuh, baik secara mental, ekonomi maupun politik.
Pontjo juga menyoroti pentingnya peran cendekiawan dalam pembangunan bangsa. Ia menilai pendapat yang disampaikan dari kalangan akademisi tidak boleh dianggap sebagai upaya makar.
Baca Juga: FKPPI Siap Bantu TNI Jaga Kedaulatan Bangsa
"Pendapat itu tidak boleh diartikan lain. Tidak ada makar itu," katanya.
Pontjo mengajak media massa dan masyarakat untuk kembali menggelorakan semangat kemerdekaan secara substantif, bukan sekadar pencitraan politik.
"Tidak ada bangsa bisa maju dengan pencitraan. Harus dengan pemikiran yang jernih dan moral yang kuat," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




