Akurat
Pemprov Sumsel

Tegaskan Peran sebagai Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan

Okto Rizki Alpino | 16 April 2026, 09:38 WIB
Tegaskan Peran sebagai Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan
Ketum FKPPI, Pontjo Sutowo, menyebut FKPPI punya tanggung jawab melanjutkan semangat pembebasan sebagai bagian dari nilai perjuangan UUD 1945. (FKPPI)

AKURAT.CO Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) memastikan pentingnya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo, dalam acara halalbihalal FKPPI di Griya Ardhya Garini, Jakarta Timur, pada Rabu (15/4/2026).

"Intinya adalah mempererat silaturahmi. Tapi silaturahmi juga kita gunakan untuk membangun kesamaan pandangan. Apa masalah kita, bagaimana kita ke depan," katanya.

Menurut Pontjo, esensi Indonesia adalah kemerdekaan bagi seluruh rakyat, bukan sekadar entitas negara. Meski penjajahan fisik telah berakhir sejak proklamasi tetapi penjajahan mental masih berlangsung hingga kini.

"Tanpa pembebasan mental, maka rakyat Indonesia tidak akan pernah merdeka. Dia akan menjadi terjajah dalam bentuk penjajahan yang baru," ujarnya.

Baca Juga: FKPPI Wadah Berkumpulnya Anak Bangsa

Pontjo menyebut FKPPI memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat pembebasan sebagai bagian dari nilai perjuangan UUD 1945. Ia juga menilai perjuangan saat ini membutuhkan pendekatan sosial, bukan lagi kekuatan senjata.

"Bentuk penjajahan hari ini justru memerlukan kekuatan sosial untuk melawan, tidak dalam bentuk senjata tetapi dalam bentuk perjuangan sosial," katanya.

Menanggapi isu FKPPI akan menjadi partai politik, Pontjo menegaskan organisasinya tetap sebagai kekuatan sosial.

"FKPPI bukan partai dalam konteks undang-undang, tapi FKPPI adalah kekuatan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, gerakan besar dalam sejarah Indonesia lahir dari partisipasi masyarakat, bukan semata dari partai politik. Untuk itu, FKPPI akan fokus menggalang kekuatan rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan yang utuh, baik secara mental, ekonomi maupun politik.

Pontjo juga menyoroti pentingnya peran cendekiawan dalam pembangunan bangsa. Ia menilai pendapat yang disampaikan dari kalangan akademisi tidak boleh dianggap sebagai upaya makar.

Baca Juga: FKPPI Siap Bantu TNI Jaga Kedaulatan Bangsa

"Pendapat itu tidak boleh diartikan lain. Tidak ada makar itu," katanya.

Pontjo mengajak media massa dan masyarakat untuk kembali menggelorakan semangat kemerdekaan secara substantif, bukan sekadar pencitraan politik.

"Tidak ada bangsa bisa maju dengan pencitraan. Harus dengan pemikiran yang jernih dan moral yang kuat," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.