Siswa SMA Taruna Nusantara Kunjungi Istana Kepresidenan, Dapat Pembekalan dari Mensesneg dan Menlu

AKURAT.CO Istana Kepresidenan Jakarta kembali dibuka untuk pelajar untuk merasakan langsung pusat pemerintahan, sekaligus mempelajari jejak panjang perjalanan bangsa.
Kali ini, program 'Istana untuk Anak Sekolah' memberikan kesempatan untuk para siswa SMA Taruna Nusantara dari kampus Magelang, Cimahi, dan Malang.
Di dalam kompleks istana, para siswa diajak berkeliling mengenal sejarah bangsa sekaligus memahami sistem pemerintahan Indonesia secara lebih dekat.
Baca Juga: Melihat Istana Presiden dari Dekat: Antusiasme Pelajar Sambut Program Istana untuk Siswa Sekolah
Mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga menyaksikan langsung ruang-ruang yang selama ini menjadi saksi pengambilan keputusan penting negara.
Dari Istana Merdeka hingga Istana Negara, setiap sudut menghadirkan cerita tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian. Di ruang-ruang inilah para pemimpin dunia disambut, perjanjian ditandatangani, dan arah masa depan bangsa dirumuskan.
Bagi para siswa, pengalaman ini menjadi lebih dari sekadar kunjungan, tapi menjelma menjadi jendela imajinasi tentang masa depan yang mungkin mereka raih.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto meyakini kunci kemajuan bangsa terletak pada kualitas sumber daya manusia dan pendidikan. Dia juga menekankan pentingnya kesadaran akan konsekuensi dalam meraih cita-cita.
"Kau ingin kimia 10 nilainya atau 100 ya kau harus sadar, harus belajar, enggak bisa enggak belajar. Apapun kau mau masuk TNI, mau masuk Polri, ya kau harus sadar dengan konsekuensinya. Ya harus belajar, ya harus kuat lari, kau pelajari itu syarat atau tesnya," kata Pras, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Prabowo Kumpulkan Menteri hingga Eselon I di Istana, Bahas Hal Strategis dan Situasi Terkini
Dia juga menyampaikan bahwa para siswa adalah generasi terpilih yang memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa. "Mulai hari ini sampai kita menghembuskan nafas yang terakhir camkanlah di dalam hatimu bahwa kau, kau memang terpilih dan dipilih untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia," pesannya.
Pengarahan yang tak kalah membekas datang dari Menteri Luar Negeri, Sugiono. Dia mengingatkan pentingnya kepekaan terhadap lingkungan dan menjauhi sikap apatis.
"Jangan apatis, kenali lingkunganmu, kenali kanan kirimu. Kalau perlu kamu tahu berapa jumlah daun dalam pohon yang ada di depan gerbang. Sampai segitu hal-hal yang sifatnya detail," kata Menlu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









