6 Penyebab Badai Tropis Kian Sering Terjadi di Indonesia

AKURAT.CO Fenomena badai ekstrem yang belakangan terjadi di Indonesia tidak lepas dari pengaruh siklon tropis yang terbentuk akibat dinamika cuaca di wilayah perairan hangat.
Siklon tropis umumnya terbentuk di lautan luas dengan suhu permukaan air minimal sekitar 26,5 derajat Celsius.
Di Indonesia, fenomena ini sering disebut sebagai badai atau angin tropis karena terjadi di wilayah beriklim tropis.
Dampaknya tidak bisa dianggap sepele. Siklon tropis dapat memicu hujan lebat, gelombang tinggi, hingga kerusakan infrastruktur di wilayah terdampak.
Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara teknis siklon tropis merupakan sistem tekanan rendah non-frontal berskala besar yang tumbuh di atas perairan hangat.
Sistem ini ditandai dengan aktivitas konvektif kuat serta kecepatan angin maksimum mencapai 34 knot atau lebih, dan dapat bertahan setidaknya selama enam jam.
BMKG juga menjelaskan bahwa pembentukan siklon tropis dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, antara lain:
Baca Juga: Klaim Motif Pribadi di Balik Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Sangat Meragukan
1. Suhu permukaan laut hangat
Minimal mencapai 26,5°C hingga kedalaman sekitar 60 meter, sebagai sumber energi utama pembentukan badai.
2. Atmosfer tidak stabil
Kondisi ini memungkinkan terbentuknya awan cumulonimbus yang menjadi indikator aktivitas konvektif kuat.
3. Kelembapan tinggi di lapisan menengah
Sekitar ketinggian 5 km, yang penting untuk mendukung pertumbuhan badai.
4. Jarak dari khatulistiwa
Siklon tropis umumnya terbentuk minimal 500 km dari garis ekuator, karena efek rotasi bumi (Coriolis) lebih kuat di wilayah tersebut.
5. Adanya gangguan atmosfer
Seperti perputaran angin atau penumpukan massa udara di dekat permukaan laut.
6. Perubahan angin vertikal yang stabil
Perbedaan kecepatan angin antar lapisan atmosfer (wind shear) harus relatif kecil agar badai dapat berkembang optimal.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah pesisir dan laut terbuka.
Laporan: Marta Anunciata Wea/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








