Akurat
Pemprov Sumsel

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS, Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Moehamad Dheny Permana | 22 April 2026, 06:47 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS, Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menyebut pemerintah telah melakukan evaluasi program pengembangan PLTS berkapasitas besar. (Akurat.co)

AKURAT.CO Pemerintah terus mendorong percepatan transisi energi bersih melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam skala besar.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan percepatan program ini sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis diesel.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah program strategis, termasuk pengembangan PLTS berkapasitas besar.

"Evaluasi terkait beberapa program terutama tadi bersama Danantara kaitannya dengan program PLTS 100 Giga," ujarnya, usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Menurut Brian, Presiden Prabowo secara langsung meminta agar pelaksanaan program tersebut dipercepat. Khususnya untuk menggantikan pembangkit listrik berbasis diesel yang masih digunakan di berbagai wilayah.

Baca Juga: Progres PHTC Energi: Wilayah Terpencil Mulai Dialiri Listrik Lewat PLTS

"Bapak Presiden menanyakan perkembangannya dan meminta agar itu dipercepat terutama untuk yang diesel. Jadi, dari hasil rapat yang sudah dilakukan antara Danantara, PLN dan juga para ahli di kementerian dan beberapa perguruan tinggi, ditargetkan tahun ini 10 giga yang diesel," jelasnya.

Brian menyebut bahwa pengurangan penggunaan pembangkit diesel akan diimbangi dengan penambahan kapasitas energi terbarukan, terutama PLTS.

Berdasarkan perhitungan bersama Kementerian ESDM, PLN, Danantara, serta akademisi, terdapat potensi instalasi PLTS hingga 17 gigawatt dalam waktu dekat.

"Itu bisa dikurangi kemudian yang lainnya juga akan ditambah kira-kira sampai tujuh giga. Jadi, untuk saat ini dari perhitungan bersama-sama Kementerian ESDM, PLN, Danantara dan juga beberapa ahli perguruan tinggi itu kira-kira 17 Giga bisa dilakukan instalasi PLTS," kata Brian.

Terkait lokasi pembangunan, Brian menegaskan bahwa seluruh implementasi program akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama.

Baca Juga: PLTSa Bantargebang-Tunjungan Siap Dibangun, Krisis Sampah Jakarta Tamat?

"Lokasinya nanti semuanya dari PLN sebagai implementator program tersebut," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.